MEDAN | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar acara pelantikan pengurus PGRI untuk wilayah Kota Medan periode 2025 – 2030. Kegiatan berlangsung di Hotel Madani Jalan Sisingamangaraja Medan pada Sabtu (29/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Sembilan orang pengurus besar PGRI Indonesia termasuk pimpinan cabang se Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara. Sebelum pelantikan Ketua Umum PGRI beserta para pengurus menyempatkan memberi bantuan kepada korban banjir di SD 064980 Jalan Pasar Senen dan SMP 23 Medan berupa uang dan sembako.
Acara di mulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa dilanjutkan Pelantikan oleh ketua PGRI Sumut Drs Rianta Mpd kepada pengurus PGRI kota Medan Periode 2025- 2030 yang di ketua Andi Yudistira.
“Digitalisasi prioritas utama dalam pendidikan serta memperjuangkan permendiknas tentang pengangkatan Guru menjadi kepala sekolah,” ucap Andi Yudistira dalam sambutannya.
Teguh Sumarno selaku Ketua Umum pengurus besar PGRI Indonesia menyampaikan pelantikan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kabupaten kota Provinsi Sumatera Utara dan sembilan pengurus dari pusat
Ia menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari regulasi organisasi lima tahunan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan.
Menurut Teguh, kecerdasan akademik harus selaras dengan pembentukan karakter. “Apa artinya anak-anak pandai tetapi tidak berkarakter? Apa gunanya intelegensi tinggi jika tata kramanya tidak baik?” katanya, menekankan pentingnya pendidikan karakter pascabencana.
Teguh juga menyinggung musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumut. PGRI, kata dia, langsung turun ke lapangan melihat kondisi SD, SMP, hingga SMA/SMK terdampak.
Di sisi lain, Andi Yudistira menyampaikan bahwa setelah dilantik, PGRI Kota Medan akan bergeser dari sekadar organisasi profesi menuju motor peningkatan kompetensi guru, terutama di era digital.
PGRI Kota Medan, katanya, akan mendorong Disdikbud Medan untuk menguatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas guru terkait digitalisasi.
Terkait perlindungan hukum bagi guru, Andi menegaskan PGRI menjadi garda terdepan dalam mengawal hak dan keamanan profesi pendidik.
Selain rangkaian pelantikan, PGRI juga telah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah terdampak banjir untuk menyerahkan tali asih. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar diberikan guna membantu para guru membersihkan fasilitas belajar yang rusak dan memulai kembali aktivitas pembelajaran.
Sementara itu Ketua PGRI Provinsi Sumut Drs Rianta Mpd mengatakan pelantikan berjalan lancar dan sebelumnya kita melakukan tali asih memberikan bantuan berupa sembako ke Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang terkena bencana banjir di Kelurahan Kp. Baru kecamatan Medan Maimun” terangnya
Iwan GB







