Banjir dan Longsor Melanda Simangumban, Puluhan Hektare Sawah Tergenang

Sawah terendam banjir. (Foto/Ist)

TAPANULI UTARA | Terparah dalam sejarah, 3 Desa di Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara dilanda banjir hebat dan sejumlah akses ruas jalan antar desa tertutup parah tumpukan material longsor, Jumat (28/4/2023) pukul 17.00 WIB.

Tingginya curah hujan sejak pukul 15.00 – 19.00 WIB hingga debit air melebihi daya tampung sungai diduga pemicu meluapnya aliran Sungai Aek Marambong dan Aek Mandingin hingga menyasar permukiman warga sekitar pasar Simangumban.

Bahkan puluhan hektare lahan pertanian sawah dan lainnya diperkirakan gagal panen lantaran genangan air cukup tinggi dan tak seperti luapan aliran Sungai Batang Toru.
Meluapnya kedua aliran sungai itu menjadi catatan penting dalam sejarah sejak jaman Hindia – Belanda. Apalagi Jalan Lintas Tarutung – Sipirok Desa Aek Nabara merupakan dataran tinggi dibanding daerah Aek Mandingin batas Desa Simangumban Jae.

Meski tidak menelan korban jiwa dan kerusakan rumah warga namun sejumlah akses ruas jalan antar desa terputus akibat terjangan material longsor. Seperti jalur Desa Lobu Sihim dan Dolok Sanggul.

Camat Simangumban Albert Tampubolon SPd, MPd mengatakan pihaknya dibantu aparat desa dan warga sekitar sedang meninjau lokasi longsor dan memastikan tiada korban jiwa.

“Kita sedang meninjau 4 titik lokasi longsor hingga ke Desa Lobu Sihim. Meski demikian kondisi saat ini masih terkendali dan akses utama antar desa terkendala tumpukan batu bercampur tanah liat. Longsor pertama sekitar bekas gedung SMP Agave” kata Albert Tampubolon kepada Orbitdigitaldaily.com, Jumat(28/4/2023) malam.

Sementara, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi SIK mengatakan kejadian longsor sekitar pukul 17.00 WIB dan curah hujan cukup tinggi sejak pukul 15.00 -19.00 WIB maka sementara waktu ditunda sampai esok hari.

“Alat berat sudah diturunkan kelapangan dan berhubung faktor kondisi hujan maka Muspika sepakat dilanjutkan besok”kata Johanson.

Mirisnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Bonggas Pasaribu mengaku baru mengatahui dan akan kordinasikan dengan dinas PUTR. Padahal kejadian banjir dan longsor sejak sore.

Reporter : Toni Hutagalung