Aceh  

BBTNGL Bersama BKSDA Aceh dan Mitra Konservasi Lepasliarkan Puluhan Tukik di Pantai Singgah Mata Rantau Sialang

Pelepasliaran anak penyu atau tukik oleh pimpinan BBTNGL, BKSDA Aceh, BPTN Wilayah I Tapaktuan, beserta para mitra konservasi. YUNARDI.M.IS. YUNARDI M.IS.

ACEH SELATAN | Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) bersama Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh dan mitra konservasi melepasliarkan puluhan ekor tukik abu-abu (Lepidochelys Olivacea) di kawasan Pantai Singgah Mata Rantau Sialang, Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, pada Rabu (1/4/2025).

Kepala Bidang Pengelolaan TNGL Wilayah I Tapaktuan Kamarudzaman kepada Orbit Digital, Kamis (2/3/2026), menjelaskan, tukik abu-abu yang dilepasliarkan tersebut adalah hasil penetasan di bak semi alami Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, SPTN Wilayah II Kluet Selatan, BPTN Wilayah I Tapaktuan, BBTNGL.

Gelar acara disambut antusias, penuh hikmat dan berjalan lancar dilapangan.

Turut hadir dalam acara itu Ka. BBTNGL, Ka. BKSDA Aceh, Ka. BPTN Wilayah I Tapaktuan, Ka. SPTN Wil. II Kluet Selatan, Ka. SPTN Wil. I Blang Pidie, unsur Muspika Kluet Selatan, Kepala Desa Pasie Lembang, Lembaga Mitra WCS – IP dan OIC (Orangutan Information Center) beserta staf lingkup Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan (BPTN I).

Kamarudzaman lebih lanjut mengatakan, kegiatan pelepasliaran tukik abu-abu ini merupakan suatu upaya pelestarian yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini diharapkan tingkat keberlangsungan hidup penyu laut di alam meningkat. “Di samping itu dapat menjadikan sarana edukasi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Yunardi)