Begini Cara Warga Desa Pulo Sarok, Amankan Desa Dari Ancaman Virus Corona

oleh -302 views
Petugas dan relawan menerima arahan, sebelum menyebar melakukan penyemprotan desa, Minggu (12/4/2020). (orbitdigitaldaily.com/Saleh)

ACEHSINGKIL – Begini cara warga Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil Aceh Singkil menunjukkan kepeduliannya untuk desa, yang sedang menghadapi ancaman wabah virus Corona.

Dengan kekompakan dan kebersamaan mereka meracik cairan sendiri untuk disemprotkan ke seluruh fasilitas umum, masjid, warung-warung serta perumahan warga, untuk mensterilisasi kan desa setempat dari ancaman penyebaran virus Covid-19.

Petugas Kesling Puskesmas Singkil Sri Herawati dan Bidan Desa setempat Rahayu Ningsih menjelaskan, cairan yang disemprotkan merupakan hasil racikan sendiri.

Yakni campuran Wipol dan Soklin pembersih lantai serta Bayclin pemutih baju.

Diterangkannya, cara pengolahannya, dua sendok masing-masing zat kimia detergen rumah tangga tersebut perbandingannya untuk campuran dua liter air.

Kendati saat ini, mereka menyiapkan sebanyak 1.100 liter air untuk kebutuhan penyemprotan desa. Takeran untuk 1.100 liter air, masing-masing 7 botol detergen, dicampurkan kedalam tangki air ukuran tersebut, katanya.

Camat Singkil Syafrizal yang terjun langsung memantau aktifitas masyarakat, di Posko Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Desa Pulo Sarok, Minggu (12/4/2020) mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu untuk upaya pencegahan total, memutus mata rantai penyebaran virus Corona diseluruh desa di Singkil.

“Kita tidak akan berikan ruang gerak Virus Corona, menyebar di desa-desa kita, seluruh tempat keramaian harus steril. Sudah 13 desa menyemprot tiga desa lagi akan menyusul,” ucap Syafrizal.

Kepala Desa Pulo Sarok Sabri Parti mengatakan, pihaknya mengerahkan 10 petugas penyemprotan serta melibatkan 35 relawan, termasuk 5 Kader Posyandu, Bidan Desa serta tokoh agama, Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mengamankan desa dari ancaman virus Corona.

Disebutkannya, Posko Siaga COVID-19 juga telah mendatangi dan memeriksa salah satu warga pendatang dari Malaysia dan Nagan Raya Aceh.

“Meski kondisi mereka saat diperiksa suhu tubuh normal, namun tim medis tetap meminta mereka isolasi mandiri beberapa hari,” ujarnya.

Dikatakannya, penyemprotan akan dilakukan berkelanjutan setiap dua bulan sekali.

“Cairan yang disemprot juga aman, sudah sesuai standar WHO, yang merupakan racikan tim medis kita dari Puskesmas dan Bidan Desa,” ucap Sabri

Sejalan penyemprotan, para petugas yang menggunakan pengeras suara dengan mobil bak terbuka sekaligus bekeliling memberikan himbauan agar masyarakat segera melapor ke Posko jika mengalami gejala Flu, batuk, maupun demam.

Agar tidak mendatangi tempat umum maupun shalat di masjid. Serta warga pendatang harus segera melapor.

Reporter: Saleh