ACEH SINGKIL- Akibat kondisi kasus Covid-19 yang merebak sejak dua pekan terakhir, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil mengaku banyak menerima keluhan sejumlah wali murid terhadap pembelajaran Dalam Jaringan (Daring).
Sebab setelah sempat masuk sekolah namun karena situasi covid-19 kembali diliburkan. Sehingga imbasnya dapat mengganggu para orang tua untuk mencari nafkah akibat mendampingi anaknya belajar dirumah.
Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Khalilullah melalui Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah, Murmo dikonfirmasi wartawan, Senin (24/8/2020).
“Kita akan bahas kembali agar bisa kembali belajar tatap muka,” ucapnya.
Menurutnya belajar secara daring yang mempunyai kewenangan adalah orang tua pendamping, sedangkan guru-guru sekolah hanya memberikan materi. Sehingga jika anak-anak tidak paham, maka orang tua yang menjadi sasaran pertanyaan.
“Kalau disekolah tentu guru yang ditanya,” ucap Murmo.
Diakuinya, belajar daring sudah jelas tidak maksimal untuk anak-anak sekolah, meski lengkap fasilitas. Bahkan 97 persen Daring itu tidak efektif, butuh penyesuaian lama.
“Seyogyanya anak-anak itu belajar diawasi oleh guru sekolah, sambil menasehati, jadi ada nilai karakter, tidak serta merta orang tua terbebani,” ujarnya.
Dikatakanya sudah berbulan-bulan orang tua terbebani untuk mendampingi anak belajar daring dirumah, dan tentunya bagi orang tua yang emosinya tinggi akan berpengaruh untuk karakter psikologis anak bila tidak diimbangi dengan guru sekolah.
Namun saat ini Disdikbud Kabupaten Aceh Singkil sedang mengupayakan untuk pembenahan, agar proses belajar tatap muka bisa kembali dilaksanakan, pasca menyebarnya kasus Covid-19 di Aceh Singkil.
Dalam waktu dekat ini katanya Dinas Pendidikan akan menggelar rapat untuk membahas pemberlakukan sekolah tatap muka.
“Rabu (26/8) besok Disdikbud akan menggelar rapat untuk membahas kembali agar dilaksanakan belajar tatap muka,” katanya.
Bagaimana nanti mekanismenya seperti apa, akan dibahas bersama dalam rapat, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, untuk pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dilkaksanakan pada September mendatang.
“Jadi pada intinya mengingat situasi saat ini, bukan lagi menuntaskan kurikulum dan kualitas pendidikan anak, namun upaya pembelajaran harus terus diupayakan untuk regenerasi,” terangnya.
Begitupun katanya, memasuki September Dinas Pendidikan akan mengupayakan untuk kembali belajar tatap muka. Namun skemanya tetap menjalankan protokol kesehatan, yang mudah-mudahan berjalan lancar terus kedepannya, ucap Murmo.
Reporter: Saleh







