Menurutnya peran pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi, perusahaan dan mitra kerja pemerintah, organisasi keagamaan dan media dapat bekerja sama dan terus berkoordinasi dalam kegiatan percepatan penurunan stunting.
“Stunting ini satu hal yang harus kita perhatikan secara serius. Saya meminta kepada semua stakeholder segera melakukan aksi nyata dalam penurunan stunting di Sumut,” terangnya.
Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal SE, ME mengajak mitra kerja multi sektor komitmen dalam untuk penanganan stunting di Sumut.
“Kita ajak duduk bersama menggali potensi yang ada. Saat ini Sumut peringkat 17 persentase stunting dari 34 Provinsi yaitu 25,8 persen,” ujarnya.
Sementara Ketua panitia kegiatan, Hery Pranata menyampaikan tujuan pelaksanaan rakor tersebut untuk meningkatkan penguatan dan percepatan pencapaian sasaran program bangga kencana dan penurunan stunting yang dilakasanakan secara bersinergi dan berkolaborasi dengan pendekatan Penta helix yang melibatkan kerjasama pemerintah, pihak swasta, masyarakat, akademisi, dan media.
“Kegiatan ini sebagai upaya mendorong aksi nyata dalam percepatan penurunan stuting, menyusun rencana tindak lanjut percepatan penurunan stunting dan memperkuat kerjasama multipihak,” katanya.
Dalam kegiatan itu Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Bulog Prov Sumut, Roy Rahmadi Prawira dan Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal melakukan MoU disaksikan Ketua TPPS, Musa Rajekshah. (Red)







