BKKBN Sumut Targetkan Penurunan TFR dan Tingkatkan Peserta KB Baru

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Muhammad Irzal, SE., ME didampingi Koordinator bidang KBKR, A. Sofyan Rangkuti, SE., MAP foto bersama dengan peserta. (Foto/Ist)

MEDAN | Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan peningkatan perluasan akses pelayanan KB di Faskes Tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten/Kota di Hermes Palace Hotel Jl Pemuda Kota Medan. Kamis (15/12/2022).

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses pelayanan KB melalui penguatan fasilitas kesehatan agar lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Muhammad Irzal, SE., ME didampingi Koordinator bidang KBKR, A. Sofyan Rangkuti, SE., MAP menyampaikan bahwa BKKBN dengan Program Bangga Kencana telah menetapkan Rencana Strategis (Renstra) 2020-2024 dengan berbagai kegiatan prioritas yang harus dikerjakan.

Salah satu target sasaran strategis BKKBN untuk menurunkan angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) tahun 2022 dari 2,57 menjadi 2,4 pada tahun 2023.

Serta menurunkan angka kebutuhan KB yang tidak terpenuhi (Unmet need) dan meningkatkan Indeks Pembangunan Keluarga serta fokus pada program penurunan stunting.

“Tahun 2022 ini target utama BKKBN Sumut supaya TFR tahun 2022 bisa turun dari 2,57 menjadi 2,4 tahun 2023. Kedua bagaimana peningkatan peserta KB baru dan bagaimana MKJP. Jadi sasaran kita untuk mewujudkan keberhasilan program KB,” terangnya.

Menurutnya pemakaian alat konstrasepsi tersebut bertujuan untuk mencegah, menunda dan menjarangkan kehamilan.

“Ada beberapa jenis alat kontrasepsi diantaranya, IUD, implan, vasektomi (MOP), tubektomi (MOW), suntik, pil dan Kondom,” jelasnya.

Irzal mengatakan dengan terselenggaranya kegiatan tersebut dalam rangka mencari strategi bersama dengan mitra kerja dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten/Kota di Sumut.

Sehingga diharapkan bisa meningkatkan peran dan komitmen para mitra kerja dalam mensukseskan akses pelayanan KB melalui penguatan fasilitas kesehatan agar lebih baik ke depanya.

“Sehingga bisa mencapai Indikator kerja Utama (IKU),” terangnya.

Ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan selama 2 hari dari Kamis (15-16) Desember 2022 tersebut bisa memanfaatkan waktu yang sangat terbatas untuk saling berdiskusi. (Red)