Lanjutnya lagi, dengan kehadiran BMKG imformasi lokasi tangkapan maka kini nelayan tidak lagi mencari lokasi penangkapan saat melaut.
Namun cukup mengikuti informasi berdasarkan lokasi daerah tangkapan atau fishing Ground yang di sediakan BMKG.
Melalui pelaksanaan kegiatan sekolah lapang cuaca nelayan ini kami berharap akan ada inovasi terobosan dan lompatan yang terus dilakukan BMKG guna mendukung kesejahteraan masyarakat.
Kiranya pelaksanaan kegiatan ini juga dapat menjadi wadah dan sarana bagi para pengguna informasi BMKG agar dapat lebih memahami informasi yang diberikan sehingga dapat di implementasikan di kehidupan sehari hari.
Informasi tersebut tidak hanya digunakan peserta yang hadir disini tetapi para stakeholder yang hadir harus dapat menjadi mediator dan penyuluh dalam penyebarluaskan informasi cuaca serta mampu mendukung kegiatan perikanan dan kelautan.
Sementara Kepala Stasiun Meterelogi SIM Banda Aceh, Nasrol Adil, S. Si. MT, menyampaikan bahwa ini sebuah program unggulan, secara dasar hukum program ini sangat didukung oleh dunia internasional dalam pembangunan jangka menengah dari BMKG dari tahun 2015 s/d 2019 dan RPJM dari tahun 2020 s/d 2024 yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 tahun 2009 tentang BMKG.
“Lanjutnya Program yang dilaksanakan ini sangat berguna untuk kesejahteraan nelayan salah satunya adalah bagaimana mengetahui informasi cuaca dan prakiraan cuaca ketika akan melaut,” katanya.
Tidak hanya itu, sambungnya lagi, bahwa pihak BMKG akan memberikan sebuah informasi untuk mengetahui titik dimana adanya ikan sehingga para nelayan tidak bersusah payah untuk mencari ikan akan tetapi langsung melakukan penangkapan ikan sesuai titik yang telah ditetapkan.
Reporter : Yunardi







