Tembus Jadi Rp10,6 M dalam Setahun, Syah Afandin Terkejut Kekayaannya Disebut Meroket

LANGKAT | Lonjakan harta kekayaan Bupati Langkat Syah Afandin menjadi sorotan publik setelah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan kenaikan dalam kurun waktu satu tahun.

Data LHKPN terbaru yang dilaporkan per 31 Maret 2026 mencatat total kekayaan bersih Syah Afandin mencapai Rp10.670.002.596.

Angka tersebut meningkat sekitar Rp1,82 miliar dibanding laporan sebelumnya yang disampaikan pada 28 Januari 2025 sebesar Rp8.849.657.131.

Meski nominal kenaikan mencapai hampir dua miliar rupiah, Syah Afandin mengaku terkejut diberitakan media peningkatan harta kekayaan tersebut disebut “meroket.”

“Terkejut dibuat berita seperti itu. Naiknya cuma 2,7 persen dibilang meroket. (Sepeda motor) Kawasaki itu juga sudah lama dijual,” kata Syah Afandin saat dikonfirmasi Orbit Digital, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, peningkatan kekayaannya yang tercatat dalam LHKPN bukan semata-mata berasal dari penambahan aset baru, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk adanya pinjaman bank.

“Kalau datanya memang benar. Tetapi peningkatan itu karena adanya pinjaman. Setahun naik 2,7 persen apakah itu disebut meroket? Kalau naik 20 persen atau 30 persen, itu baru bisa disebut begitu,” ujar Syah Afandin yang akrab disapa Ondim.

Syah Afandin mengklaim bertambahnya saldo kas berasal dari pendapatan resmi yang diterimanya sebagai kepala daerah, seperti gaji dan honorarium kuasa anggaran.

“Kemudian penambahan saldo kas juga berasal dari adanya insentif pemungutan pajak daerah dan adanya utang pinjaman bank sebesar Rp1 miliar,” ungkap Syah Afandin.

Harta Naik Jadi Rp10,6 miliar

Diberitakan sebelumnya harta kekayaan Bupati Langkat Syah Afandin meroket berdasarkan data LHKPN terbaru.

Dihimpun Orbit Digital, Minggu (7/6/2026), kekayaan Syah Afandin yang dilaporkan pada periode 2024 yang disampaikan pada 28 Januari 2025, tercatat sebesar Rp8.849.657.131.

Pada LHKPN tahun 2025, ia memiliki harta tidak bergerak meliputi tanah dan bangunan mencapai Rp 5,950 miliar.

Diantaranya berupa tanah dan bangunan seluas 180 m²/469 m² di Kota Medan senilai Rp4 miliar, tanah dan bangunan seluas 624 m²/432 m² di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp1,1 miliar.

Kemudian, tanah seluas 3.568 m² di Kabupaten Langkat senilai Rp200 juta, tanah seluas 3.440 m² di Kota Binjai senilai Rp500 juta, dan tanah seluas 3.472 m² di Langkat senilai Rp150 juta.

Tercatat pula harta berupa alat tranportasi dan mesin meliputi 1 unit mobil Toyota Alphard  tahun 2022 senilai Rp900 juta dan 1 unit motor Kawasaki R270 tahun 2019 senilai Rp45 juta.

Selain itu, harta bergerak lainnya senilai Rp473 juta, surat berharga Rp45.208.105, serta kas dan setara kas mencapai Rp1.436.448. 973, sedangkan utang Rp37.022.218.

Namun, pada laporan periode 2025, yang disampaikan per 31 Maret 2026, total harta kekayaan eks m Plt Bupati Langkat ini meroket 2,57 persen menjadi Rp10.670.002. 596.

Kenaikan tersebut mencapai sekitar Rp1,82 miliar dalam rentang waktu satu tahun, sejak Syah Afandin aktif menjabat sebagai Bupati Langkat.

Kas Meroket Tajam

Yang paling mencolok adalah kenaikan pada pos kas dan setara kas. Jika pada laporan sebelumnya tercatat sekitar Rp1,4 miliar, maka pada laporan terbaru jumlahnya meroket hingga mencapai Rp4.137.142.756 atau meningkat hampir tiga kali lipat.

Semetara, dalam laporan LHKPN per 31 Maret 2026, Syah Afandin tercatat memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp5,950 miliar yang tersebar di sejumlah daerah.

Diantaranya.tanah dan bangunan seluas 180 m²/469 m² di Kota Medan senilai Rp4 miliar, tanah dan bangunan seluas 624 m²/432 m² di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp1,1 miliar, tanah seluas 3.568 m² di Kabupaten Langkat senilai Rp200 juta, tanah seluas 3.440 m² di Kota Binjai senilai Rp500 juta, dan tanah seluas 3.472 m² di Langkat senilai Rp150 juta.

Selain aset properti, Syah Afandin juga turut memiliki sejumlah kendaraan, yakni Toyota Alphard tahun 2022 senilai Rp850 juta,  Kawasaki tahun 2019 senilai Rp45 juta, dan Yamaha NMax tahun 2024 senilai Rp30 juta.

Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp433 juta, serta surat berharga senilai Rp37,93 juta. Secara keseluruhan, total aset yang dimiliki mencapai Rp11.663.075.347.

Meski nilai aset meningkat, merujuk laporan terbaru LHKPN per 31 Maret 2026, Syah Afandin, masih memiliki utang sebesar Rp933.027.751.

Setelah dikurangi kewajiban atau utang  tersebut, total harta kekayaan bersih Syah Afandin tercatat sebesar Rp10.670.002.596. (OD-20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *