MEDAN| Ada rasa haru dan prihatin dalam hati Wali Kota MedanBobby Nasution setelah mengetahui tidak sedikit warga yang mengucilkan pasien maupun keluarga pasien yang terpapar positif Covid-19. Sebab, tindakandiskriminatif itu tentunya akan menambah beban psikis mereka sehingga dapat menurunkan imun tubuh. Tidak tertutup kemungkinan tindakan itu akan berakibat fatal bagi pasien maupun keluarga pasien Covid-19 tersebut. Oleh karenanya, orang nomor satu di Pemko Medan itu mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pengucilan.
Salah satunya saat meninjau areal pemakaman warga korban Covid-19 di Jalan Bunga Rampai IV Simalingkar B Kamis (5/8/2021) Bobby Nasution tiba-tiba dihampiri seorang wanita paro baya yang tengah menangis. Dengan terisak, wanita yang mengaku bernama Basariah dan tinggal di kawasan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan itu mengaku dikucilkan warga sekitar. Pasalnya, besannya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 dan baru saja dikuburkan di lahan perkuburan yang memiliki lahan seluas sekitar 14 hektar tersebut.
“Mengapa kami malah dikucilkan masyarakat di sekitar tempat tinggal kami, Pak Wali. Padahal kami sakit, tolonglah kami dibantu agar segera melewati wabah ini,” kata Basariah seraya menyeka air mata dengan selendangnya.
Bobby Nasution pun langsung merespon keluhan hati Basariah tersebut. Ia pun berusaha menenagkan dan menyemangatinya. Dikatakannya, Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Oleh karenanya Bobby berharap agar masyarakat harus diberikan edukasi agar warga yang terpapar Covid-19 jangan dijauhi tetapi harus dibantu.







