MEDAN | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 66 persen sejak pendataan 15 Juni 2026 lalu.
Capaian tersebut menunjukkan progres yang positif dalam memetakan kondisi riil perekonomian daerah sekaligus momentum penyusunan struktur kebijakan pembangunan.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan pencapaian itu merupakan hasil kerja sekitar 12.300 petugas Sensus Ekonomi 2026 yang tersebar di kabupaten/kota hingga 31 Agustus 2026.
”Sensus Ekonomi ini untuk mengumpulkan data komprehensif perkembangan ekonomi dan pelaku usaha. Data ini landasan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Asim.
Untuk meningkatkan kualitas pendataan, BPS Sumut terus memperkuat pendekatan kepada masyarakat melalui tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai komunitas agar proses sensus berjalan lancar dan akurat.
Asim menegaskan, Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan pajak. Pendataan hanya upaya “general check-up” terhadap kondisi perekonomian, sehingga pemerintah dapat melihat perubahan struktur ekonomi, khususnya di Sumatera Utara.
”Sensus ini murni untuk memotret kondisi ekonomi. Hasilnya akan menjadi dasar menyusun strategi baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Memasuki lima minggu terakhir pelaksanaan sensus hingga 31 Agustus 2026, BPS akan mengintensifkan pendataan di berbagai sentra ekonomi dan kawasan industri agar cakupan data semakin lengkap.
Selain menjadi acuan pemerintah, hasil Sensus Ekonomi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui data yang akurat, pelaku usaha dapat didorong untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga lebih mudah mengakses berbagai program dan layanan pemerintah.
Asim juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mendukung pelaksanaan sosialisasi Sensus Ekonomi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha terus terjaga agar Sensus Ekonomi 2026 menghasilkan data yang berkualitas, akurat, dan menjadi pijakan dalam memperkuat pembangunan ekonomi Sumatera Utara di masa mendatang.(OM-09).
Sensus Ekonomi Tembus 66 Persen, BPS Siapkan Data Pembangunan







