Aceh  

Bupati Abdya Resmikan PKS PT Mon Jambee

Bupati Akmal resmikan PKS PT Mon Jambee. (Foto/Ist).

Farid Reza juga mengatakan kehadiran kita dilokasi hari ini adalah dalam rangka peresmian dimulainya beroperasi pabrik pengolahan minyak kelapa sawit PT Mon jambee di Kabupaten Abdya.

Dijelaskan pabrik ini dibangun sejak 14 bulan yang lalu tepatnya dimulai pada bulan Agustus tahun 2020 yang lalu dan telah memenuhi persyaratan perizinan yang dipersyaratkan termasuk persyaratan teknis lainnya seperti uji coba yang dilakukan sejak 25 Juli 2021 yang lalu

“Pabrik ini akan menjadi pabrik minyak kelapa sawit pertama dan satu-satunya untuk sementara ini di Kabupaten Aceh Barat Daya,juga pabrik ini memiliki kapasitas terpasang 30 Ton TBS per jam, 45 Ton TBS per jam juga pabrik ini menggunakan tenaga kerja sekitar 150 orang di mana 70% nya mempekerjakan pemuda kampung ini dan sekitarnya,” terangnya.

“Selama pembangunan pabrik minyak kelapa sawit ini kami tidak mengalami apapun hambatan dan semuanya berjalan lancar sehingga target waktu 10 bulan bisa tercapai,” terangnya.

“Kami menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak Bupati Akmal Ibrahim beserta jajarannya,unsur forkompinkab,Camat Bahbarot dan perangkat Gampong, tokoh masyarakat, tokoh pemuda beserta seluruh warga kampung Ie Mirah atas bantuan dan dukungannya pabrik pengolahan minyak kelapa sawit ini Insya Allah bisa diresmikan hari ini oleh bapak Bupati Akmal Ibrahim,” ujarnya.

Turut hadir ketua DPRK Abdya Nurdianto, Wakil Ketua Syarifuddin, Kapolres AKBP Muhammad Nasution, SIK,Ws Dandim 0110 Letkol Inf Ahcmad Hisom Baihaki SIP, Kajari Abdya diwakili Kasi Datun Puji Rahmadian,SH,MH dan Anggota DPRK, Direktur Utama PT.Mon Jambee Muhammad Farid Reza, Perwakilan Kadis DPMPTSP Aceh, Plt Sekda Salman Alfarisi,Staf Ahli Setdakab Drs Thamrin, Ir.Muslim,Asisten l Amrizal,Camat, Tokoh Masyarakat H.Said Syamsul Bahari, Komisaris PT Mj H.Subarni, Ramli Bahar, Elizar lizam, Pengurus KADIN Aceh H. Samsidik Ibrahim, Para Keuchik, Kelompok Tani serta lainnya.

Reporter: Nazli