Aceh  

Bupati Aceh Singkil Ajak Masyarakat Ubah Anak Main Gadjet Jadi Minat Baca

bupati aceh singkil
Berdasarkan hasil survey Unesco pada 2016, Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat membaca.(ist)

ACEH SINGKIL | Berdasarkan hasil survey Unesco pada 2016, Indonesia tercatat menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat membaca, sehingga membuktikan minat baca penduduk Indonesia sangat rendah. Padahal, kecerdasan bangsa itu menjadi tolak ukur dengan tingginya minat baca masyarakatnya.

“Ingin pintar ya harus gemar membaca, ingin cerdas juga harus banyak membaca, ingin mengetahui dunia juga harus rajin membaca,” kata Bupati Dulmusrid saat membuka kegiatan dalam Kampanye Membaca, dengan upaya meningkatkan Budaya Minat Baca serta Pengetahuan Literasi Masyarakat, yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, serta Dinas Perpustakaan Arsip Kabupaten Aceh Singkil, di Gedung Seni Budaya Desa Pulo Sarok Singkil pada, Kamis (16/6).

Dulmusrid mengatakan, di zaman sekarang ini, anak-anak lebih senang bermain gadjet sampai larut malam, sampai mata merah masih juga main gadjet.
Sehingga kebiasaan buruk ini harus bisa dirubah dari bermain gadjet bisa tertarik untuk membaca.

Sehingga, Kantor Perpustakaan dan Arsip harus menyiapkan fasilitas dan sarana prasarana yang nyaman agar anak-anak mulai usia dini, sampai mahasiswa tertarik untuk datang membaca buku.

“Mulai sekarang budayakan membaca untuk mencerdaskan bangsa, boleh bermain gadjet untuk menguasai tekhnologi, tapi jangan mempengaruhi merusak pikiran,” ucap Dulmusrid.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) Dr Edi Yandra SSTP MSP dalam sambutannya, turut memberikan motivasi langsung dihadapan pelajar mulai tingkat SD sampai Perguruan Tinggi di Aceh Singkil. agar bisa belajar dan menguasai dunia dengan budaya membaca.

“Benar pepatah mengatakan, buku adalah jendela dunia, dengan buku banyak informasi yang diketahui. Banyak orang hebat didunia kita ketahui dari membaca buku,” sebut Dr Edi.

Sebab katanya, meningkatkan Sumberdaya Manusia (SDM) itu harus dimulai dari minat membaca, karena berhubungan langsung dengan proses belajar-mengajar.
Namun sayangnya, saat ini minat baca selalu jadi permasalahan. Perlu diperjuangkan untuk meningkatkan minat baca ini, sehingga budaya membaca ini harus dimulai sejak anak usia dini hingga dewasa.

Upaya meningkatkan minat baca di Provinsi Aceh, telah dilakukan dengan mendirikan perpustakaan yang nyaman dan menarik, modern dengan peralatan sarana prasarana yang memadai. Termasuk menyedialan bacaan digital (epustaka)
Disamping itu, turut dilaksanakan sayembara menulis, lomba membaca, dongeng serta pemilihan raja dan ratu Aceh.

“Kampanye Membaca tahun 2022 ini dilaksanakan di 4 kabupaten/kota di Aceh wilayah perbatasan. Sebelumnya di Aceh Tamiang, hari ini Aceh Singkil, dan akan menyusul Aceh Tenggara dan Kabupaten Simeulue. Semuanya difasilitaai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh,” sebut Dr Edi.

Kegiatan Kampanye Membaca ini diikuti pelajar dari seluruh tingkatan PAUD,SD sampai Perguruan Tinggi, Wakapolres Aceh Singkil Kompol Hari Purnomo, Kadis Perpustakaan Aceh Singkil Suyatno SAg, Perwakilan Kodim 0109 Singkil dan perwakilan Kejari Singkil serta pejabat lainnya di Gedung Seni Budaya Singkil.

Reporter : Helmi