Aceh  

Bupati Akmal Minta Jaga Kerukunan dan Amanah

Pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Abdya saat bersalaman dengan Bupati Akmal dan Wakil Bupati Muslizar di acara Pamit Purna Tugas. (Foto/Ist)

Diketahui, dalam beberapa hari ke depan jabatan Akmal Ibrahim dan Muslizar akan berakhir dan genap memimpin kabupaten itu selama 5 tahun penuh.

Sejak awal dilantik dan hampir berakhir, tidak ada isu tentang tidak harmonis atau
cek-cok dari keduanya.

Namun, saling melengkapi dan menghargai menjadi modal keduanya menjalani roda pemerintahan selama 5 tahun.

Bahkan, tidak jarang dalam beberapa kesempatan keduanya saling memuji satu sama lain di depan umum.

Muslizar dalam acara pamit purna tugas yang berlansung di halaman kantor bupati mengakui, bahwa dirinya dan Akmal Ibrahim tidak pernah perselisihan.

“Buktinya sampai akhir masa jabatan saya dan Bupati Akmal tidak pernah ada cek-cok,” kata Muslizar, mantan unsur pimpinan DPRK periode lalu.

Menurut, Muslizar, hal ini karena keduanya saling menghargai dan melengkapi. Setiap ada sesuatu yang tak biasa, keduanya akan duduk membicarakannya untuk mendapat jalan keluar yang bijak.

Kemudian, sebelum mengakhiri sambutan Wabup Muslizar.MT.SP sampaikan dua pesan lewat pantun bahasa Aceh sebagai berikut :

Pertama”Di bukit hijau pohon meuriti kanto Bupati teudong meucula
Tanyo berpisah dalam rangka jabatan Bupati dan Wakil Bupati Semoga tali silaturahmi tetap terjaga,” katanya.

Sambungnya lagi, ke dua, “Abdya Nanggroe yang ceudah Meubago leupah ragam budaya
Nibak uronyo kami pamit berpisah Pat yang na salah bek neu pedesya,” tutupnya.

Reporter : Nazli