Camat Medan Marelan Imbau Warga Tak Gunakan Air Sungai Bederah

oleh -78 views
Penemuan bangkai babi di kawasan Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, beberapa waktu lalu. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN-Sejak Jumat (1/11/2019) pekan lalu, Danau Siombak di Kecamatan Marelan menjadi tempat pembuangan bangkai babi yang diduga mati karena virus kolera babi.

Setidaknya ditemukan puluhan bangkai babi di Danau Siombak. Praktis bau busuk menyengat keluar dari bangkai-bangkai itu.

Sejak kabar ini meyeruak, pihak Kecamatan Medan Marelan melakukan penyisiran kawasan Sungai Bederah. Menjauhkan bangkai-bangkai tersebut ke tempat yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Hari ini, penanganan sekaitan bangkai babi itu masih berlanjut. Camat Medan Marelan, M Yunus mengatakan telah memerintahkan kepala lingkungan (kepling) untuk menyisir aliran Sungai Bederah tempat bangkai-bangkai itu dibuang.

“Hari ini kepling sudah menggeser-geser bangkai di Sungai Bederah agar tidak mengalir lagi menuju Danau Siombak,” kata Yunus kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Ia menegaskan oknum pelaku pembuang bangkai babi itu bukan dari kecamatan yang ia pimpin. Dalihnya, peternak babi di Kecamatan Marelan sedikit.

“Di kecamatan (Kecamatan Medan Marelan) kita tidak ada yang membuang. Soalnya di Kecamatan kita peternak Babi sedikit,” terang Yunus.

Kepling Siaga Malam Hari

Menurut dugaannya lagi, pelaku pembuangan bangkai-bangkai babi itu adalah orang dari luar Kecamatan Medan Marelan.

Pelaku membuang bangkai babi tersebut menggunakan truk dalam jumlah besar ke Sungai Bederah.

“Dugaan kita itu (bangkai babi) dibuang pakai truk. Jadi bukan dari peternak. Tapi kita menduga kuat dari luar  dibuang ke situ. Kalau enggak itu bisa dari atas, mengalir ke sini,” ujar Yunus.

Yunus menegaskan sudah berkoordinasi dengan dinas terkait menangani penemuan puluhan bangkai babi itu.

“Iya (kami berkoordinasi) melalui BLH, kan suda ada petugasnya. Kami sudah koordinasi juga dengan Dinas Kesehatan dan peternakan serta yang terkait lainnya,” terang Yunus.

Guna mencegah bertambahnya bangkai babi yang dibuang ke Sungai Bederah, Yunus telah memerintahkan kepling-keplingnya untuk siaga malam hari.

“Setiap kepling sudah saya instruksikan untuk siaga. Malam hari , kalau ada orang yang membuang kita tangkap,” tegasnya.

Terakhir ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan air Sungai Bederah pascakejadian pembuangan bangkai babi itu.

“Karena masih ada sebagian bangkai babi yang mengambang, kita imbau masyarakat yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari agar dihentikan dulu menyusul kualitas air yang disinyalir tercemar bangkai babi,” pungkas Yunus. (Diva Suwanda)