MEDAN – Belasan telepon genggam milik penghuni Asrama Katolik Santa Ana Jalan Abadi, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjung Balai hilang dibobol maling, Minggu (24/11/2019) kemarin.
Kehilangan itu terjadi saat para penghuni asrama sedang melaksanakan ibadah gereja pagi itu.
Kasus ini lantas dilaporkan ke Polres Tanjungbalai, dua setelah kejadian. Beruntung, tak perlu waktu lama Team Sus Gurita Polres Tanjungbalai berhasil mengungkap kejadian itu dan mengamankan dua orang pelaku.
“Kejadiannya Minggu pagi sekira jam 10, kita terima laporannya jam 12.30. Beruntung tak sampai 24 jam kita berhasil menangkap kedua pelaku dengan inisial BKS (18) dan VPP (18) warga Kecamatan Sei Kepayang, Asahan di kos-kosan BKS Jalan Abadi, Tanjungbalai, Minggu malam,” terang Putu kepada orbitdigitaldaily.com, Selasa (26/11/2019).
Putu menerangkan setidaknya ada 12 telepon genggam yang dicuri oleh kedua pelaku. Dari hasil olah TKP, pelaku agaknya sudah mengetahui kebiasaan dari para penghuni asrama.
“Dari keterangan kedua tersangka, mereka melakukan pencurian dengan mencongkel pintu utama asrama dengan masing masing menggunakan parang. Setelah masuk ke dalam asrama, para pelaku menuju kamar asrama dan membawa kabur 12 HP dari sana. Setidaknya ada empat kamar asrama yang dimasuki,” terang Putu.
Benar saja, mulusnya aksi keduanya lantaran salahseorang pelaku, BKS pernah tinggal di Asrama Santa Ana sebagai pelajar.
Ia mengetahui kebiasan penghuni asrama yang biasa meninggalkan telepon genggam di dalam kamar asrama dengan pintu yang tidak terkunci.
“Tersangka BKS pernah tinggal di TKP (Asrama Katolik Santa Anna). Jadi dia tahu kondisi asrama yang selalu sepi pada saat ibadah gereja khususnya pelajar yang selalu meninggalkan HP di TKP saat mengikuti ibadah. Untuk memuluskan aksinya, BKS mengajak TSK VPP membantunya,” terang Putu.
Dari tangan kedua tersangka polisi menyita 12 HP yang disembunyikan di kolong atap kos-kosan tersangka BKS. (Diva Suwanda)







