Strategi Dinas PPKB Kabupaten Simalungun
Sehingga menurut Tarista Purba Tanjung Dinas PPKB Kabupaten Simalungun memiliki strategi untuk menggejar ketertinggalan dengan Kabupaten/Kota lainya sesuai dengan yang ditargetkan.
“Strategi yang dilakukan dari Dinas PPKB yaitu memberdayakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan juga kader-kader yang ada di lapangan keseluruhan untuk bersama-sama melaksanakan dan mendukung kecepatan penurunan stunting di Kabupaten Simalungun,” jelasnya.
Ia menambahkan jumlah TPK di Kabupaten Simalungun memiliki 696 tim yang terdiri dari 3 (tiga) orang sehingga ada 2088 orang yang tergabung dalam TPK tadi.
“Ini tersebar di seluruh Nagori (Desa) di Kabupaten Simalungun yang berjumlah 413 Desa dan Kelurahan. Ini akan menyasar atau mendampingi keluarga-keluarga yang menjadi sasaran kita, sehingga keluarga-keluarga yang terdampingi tadi kita harapkan tidak lagi punya anak yang stunting. Kita punya sasaran calon pengantin sebanyak 7.382 dan orang ini yang akan didampingi. Kemudian ada sasaran ibu hamil kita 17.053 orang, sasaran ibu nifas ada 17.053 orang dan sasaran baduta kita ada 23.508,” terangnya.
“Ini yang akan didampingi oleh tim pendamping keluarga tadi yang berjumlah 696 tim, kita harapkan dalam pendampingan mereka secara efektif kepada keluarga-keluarga tadi, sehingga keluarga-keluarga tadi tidak lagi menambah angka stunting di Kabupaten Simalungun,” ujarnya.







