Dinilai Berbahaya dan Minim Rambu, Pengguna Jalan Minta Jalinsum di Langkat Segera Diperbaiki

Proyek perngerjaan Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh, tepatnya di Kecamatan Hinai, Langkat, dikeluhkan pengguna jalan.

LANGKAT | Proyek konstruksi perbaikan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan – Aceh yang berlokasi tepatnya di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menuai keluhan dari pengguna jalan.

Pasalnya, pengerjaan cold milling atau pengerukan lapisan aspal menggunakan alat berat yang mengakibatkan jalan bergelombang dan minimnya rambu-rambu peringatan dinilai dapat membahayakan.

Pantauan orbitdigital di lokasi, pengerukan perbaikan jalan lintas tersebut dilakukan dari simpang Wonogiri Desa Jantera Kecamatan Wampu, hingga ke Pasar 6 Tanjung Beringin Kelurahan Kebun Lada Hinai dan sebaliknya.

“Kami selaku masyarakat dan pengguna Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Hinai menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi jalan yang dikeruk dan dibiarkan begitu saja tanpa ada rambu- rambu,” ujar pengguna Jalinsum, Khairuddin Udie Khair, Jum’at (17/7/2026).

Khairuddin mengungkapkan, dengan kondisi jalan dikeruk cukup panjang sehingga Jalinsum menjadi bergelombang, berlubang dan rusak di sejumlah titik.

“Kondisi ini sangat membahayakan kendaraan angkutan barang, mobil pribadi, dan bus. Terutama keselamatan pengendara sepeda motor,” tambahnya.

Pria yang aktif sebagai pengurus Bakdo HMI Sumut 2016-2028 juga menyampaikan soal pengerukan jalan yang diketahui dapat meningkatkan risiko kecelakaan, hingga menghambat arus lalu lintas.

“Kami berharap pemerintah melalui instansi yang berwenang segera melakukan perbaikan pengaspalan sesegera mungkin secara menyeluruh, bukan hanya dikeruk lalu dibiarkan,” ungkap pria yang akrab disapa Khair pengurus Bakdo HMI Sumut tersebut.

Selain itu, ia mengatakan, kita meminta agar dipasang rambu-rambu peringatan di titik-titik jalan yang rusak hingga perbaikan selesai dilaksanakan. Menurut Khair, Jalan Lintas Sumatera merupakan jalur strategis yang menghubungkan berbagai daerah, dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Sehingga, menurutnya, perbaikan jalan harus menjadi prioritas demi menjamin kelancaran
distribusi barang, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan keselamatan para pengguna jalan.

“Kami harap aspirasi ini mendapat perhatian pemerintah dan pihak terkait untuk di tindak lanjut demi kepentingan masyarakat luas,” kata Khair saat dimintai tanggapan soal

Senada itu, Roni, salah seorang pengendara sepeda motor (Septor) juga meminta perhatian Pemerintah khususnya Provinsi Sumatera Utara bisa segera menindaklanjuti perbaikan Jalan Lintas Sumatera khususnya di Kabupaten Langkat.

Menurutya, saat ini jalan jadi bergelombang dan mengakibatkan abu yang cukup parah saat cuaca panas terik, apalagi saat mobil truk besar melintas.

“Saat melintasi di jalan tersebut harus hati- hati, terkadang roda kendaraan (motor) mau oleng. Apalagi saat berpapasan dengan pengendara lain kita jadi takut. Jalan juga bergelombang dan dapat menggakibatkan kecelakaan penggendara motor,” pungkasnya. (OD-20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *