“Nah, buat kawan-kawan, kami mohon bersabar. Kita tahu, aktifitas kita sempat terbatas karena kondisi pandemi. Maka, event-event berskala besar pun dibatasi. Tapi, saat ini kita tengah mempersiapkan Pos Bloc di Kantor Pos Medan. Nantinya, di sana akan menjadi ruang kreatif publik baru Kota Medan. Semoga bisa menjadi wadah bagi kawan-kawan mengembangkan kreatifitasnya,” ungkapnya.
Dari sekian pertanyaan dan saran serta keluhan yang disampaikan para pelaku UMKM, industri dan komunitas kreatif, pembiayaan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) menjadi hal yang paling banyak diutarakan.
Menanggapi itu, menantu Presiden RI Joko Widodo ini mengaku bahwa Pemko Medan melalui OPD terkait (Dinas Pariwisata) Kota Medan memfasilitasi pembiayaan pendaftaran HAKI.
“Melalui OPD kami, kawan-kawan akan difasilitasi dalam pembiayaan pendaftaran HAKI. Ke depan, hal-hal mendasar seperti ini menjadi PR bagi kami untuk lebih gencar dan massif diinformasikan ke masyarakat,” katanya disambut tepuk tangan para audience yang hadir.
Sementara itu, Menkumham RI Yasonna Laoly mengimbau para pelaku usaha, industri dan komunitas kreatif untuk melindungi hasil ide, karya dan kreatifitasnya lewat hak cipta.
“Negara ini, termasuk Kota Medan, memiliki banyak orang-orang kreatif dengan segudang kreatifitasnya. Semua itu adalah jenis kekayaan intelektual. Maka, lindungi karya kita dengan hak cipta sehingga memiliki HAKI yang diakui,” pesan Yasonna. (Red)







