Sementara itu Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis menyampaikan yang paling intinya PT SMGP berbenah, bisa berkordinasi dengan seluruh stake holder yang berhubungan dengan perusahaan yang tingkatannya ada di daerah.
“Kejadian terakhir saya tidak bisa memastikan itu H2S karena belum ada hasil keputusan sampai saat ini, namun perusahaan tidak punya hak menyampaikan itu bukan terpapar gas, ini bisa saja traumatik masyarakat akibat kejadian terulang,” katanya.
Erwin menyebutkan yang paling penting PT SMGP harus bisa meminimalkan segala situasi agar tidak minimbulkan resiko.
“Seandainya ada terjadi permasalahan tidak ada kelompok yang memanfaatkan, ini setiap terjadi permasalahan yang memafaatkan bukan orang sekitar, tapi masyarakat yang ada diluar,” katanya.
Wakil kepala teknik Panas bumi PT SMGP Ali Sahid usai rapat kepada wartawan menyampaikan, saat ini penyemenan sumur sudah dilakukan dan saat ini T 12 sudah aman karena sudah di plac dengan semen, dan kita juga akan membicarakan secara internal terkait 14 point yang direkomendasikan.
“Terkait dengan 14 poin yang direkomendasi akan kita lakukan, akan tetapi masih ada yang harus dibahas diinternal perusahaan, serta ada juga harus dibicarakan agar tidak menabrak peraturan yang lebih tinggi. dan ada juga harus dibicarakan dengan masyarakat yang akan menerima program tersebut” katanya.
Reporter : Sulaiman Nasution







