DELI SERDANG | Timnas Indonesia U-17 kalah dengan skor 1-2 dari Mali U-17 pada laga pamungkas Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Batangkuis, Deli Serdang, Senin (18/8/2025) malam.
Kekalahan ini membuat Garuda Muda gagal menjadi juara di kandang sendiri.
Mali unggul cepat lewat gol Zumadio Ballo (22’) dan Seydou Dembele (33’).
Indonesia hanya mampu membalas melalui sundulan Fadly Alberto (37’) setelah memanfaatkan lemparan jauh Fabio Azka Irawan.
Meski kalah, pelatih Nova Arianto tetap mengapresiasi performa anak asuhnya.
Ia menilai turnamen ini memberi pengalaman berharga jelang Piala Dunia U-17 2025 yang akan digelar pada 3-27 November di Qatar.
“Terima kasih kepada PSSI yang sudah memfasilitasi uji coba berkualitas. Lawan-lawan seperti Mali, Uzbekistan, dan Tajikistan membuat pemain kita belajar banyak,” ujarnya.
Nova menyoroti kesulitan timnya menghadapi tekanan tinggi dan dominasi permainan tim wakil Afrika tersebut.
Karena itu, ia membuka peluang evaluasi besar-besaran, termasuk penambahan pemain baru. “Kami butuh tim yang lebih solid agar siap bersaing di Piala Dunia nanti,” tegasnya.
Mali sendiri memang tampil impresif sepanjang turnamen yang diikuti empat tim negara peserta Piala Dunia U-17 ini.
Mereka sebelumnya membantai Uzbekistan 5-1 dan mengalahkan Tajikistan 4-2.
Tim asuhan Adama Diefla Diallo itu juga baru saja menembus final Piala Afrika U-17 2025 di Maroko, sehingga wajar jika level permainan mereka berada di atas Indonesia.
Bagi Garuda Muda, hasil ini menjadi tamparan sekaligus modal evaluasi. Kekalahan di Piala Kemerdekaan 2025 dianggap sebagai pelajaran penting untuk menempa mental dan kualitas tim sebelum menghadapi persaingan lebih berat di panggung dunia. (BBS/OM-03)







