Di tengah munculnya berbagai problema bangsa ini dari segala aspek, baik karena lingkungan geopolitik global maupun dalam negeri, umat Islam tidak boleh berdiam dan harus memberi kontribusi. Sebab, sejahteranya bangsa ini akan memberi dampak yang positif bagi umat Islam.
Sebaliknya karena negeri ini dihuni mayoritas umat Islam, maka bila negeri ini tidak stabil akan berbanding lurus juga dampaknya bagi umat Islam. “Kita semua harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, masing masing tokoh menyampaikan pandangan dan gagasan bagaimana menata bangsa ini kearah yang lebih baik, terutama bagaimana umat Islam tidak merasa tertuduh, terpuruk dan tersingkir.
Din Syamsuddin menyatakan hal itu dan berharap umat Islam di tengah munculnya isu Islamphobia, jangan kehilangan kepercayaan diri. Tidak boleh dan jangan ada pihak-pihak yang ingin melakukan secara sistematis, baik terbuka maupun tertutup, yang ingin umat Islam itu tertuduh, tersingkir dan terpuruk di dalam NKRI.
Umat Islam semua harus bertanggung jawab untuk memulihkan itu dan bersama berkontribusi memperbaiki dan membangun Indonesia yang berkeadilan dan berkemakmuran dalam wadah NKRI. ”Kita harus menata kembali Indonesia ini dan kembalilah kepada Pancasila dan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945,“ ujar mantan Ketua Umum Pusat Muhammadiyah dan mantan Ketua Umum MUI Pusat. (Red)







