Pertemuan Gubernur Edy Rahmayadi dengan Ephorus Pdt Robinson itu adalah yang pertama kali sejak Pdt Robinson terpilih sebagai Ephorus HKBP pada 11 Desember 2020 di Sinode Godang, di Seminarium Sipoholon, Taput.
Kedua-duanya sama-sama mengungkapkan kerinduan untuk bertemu. Ephorus Pdt Robinson misalnya, sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk Pemprov Sumut dengan telah terlaksananya Sinode Godang.
Dia berharap Gubernur Edy bisa segera berkunjung ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung. “Tadi sudah banyak sekali pembicaraan kita. Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan semua pejabat tinggi di Sumatera Utara untuk terlaksananya Sinode Godang dengan sangat ketat protokol kesehatan dan kami semua tunduk pada harapan pemerintah. Sehingga kami dapat melaksanakan Sinode Godang itu dengan sangat baik,” ujar Ephorus kepada wartawan.
Pdt Robinson juga mengungkapkan harapan Gubernur Edy kepada ephorus sebagai pemimpin agama, agar turut bekerjasama membangun moralitas etis dari Sumut. “Agar dengan moralitas etis itu, kita bisa membangun Sumut secara bersama-sama dengan baik,” ujar Ephorus.
Akan tetapi, Pdt Robinson menampik jika kunjungan Pucuk Pimpinan HKBP itu dikaitkan dengan politik. Sebab sebagai gereja, HKBP tidak bisa berbicara politik. Juga dalam kapasitas dirinya sebagai Ephorus HKBP, tegas Pdt Robinson, juga tidak bisa berpolitik.
Sementara Gubernur Edy juga rindu bertemu. Bahkan dia mengatakan seharusnya dirinyalah yang lebih dulu menjumpai Ephorus HKBP sebagai salah satu pemimpin umat Kristiani, termasuk dengan para tokoh agama lainnya di Sumut. “Awal beliau menjabat 11 Desember 2020 (tersebutkan 13 Desember), inilah direncanakan beliau (ephorus) datang ke Gubernur Sumut. Apresiasi, harusnya saya yang datang kepada tokoh-tokoh agama, kalau Islam, ulama, kalau Nasrani, ephorus,” ujar Edy.







