Pasalnya, anak ketiga dari tiga bersaudara ini menuturkan bagaimana akhir perjuangannya bisa lulus di sekolah kedinasan.
Katanya, setiap pulang sekolah dibangku sekolah SMA N 1 Medan, Intana tidak langsung pulang ke rumah, namun selalu menyisihkan waktu membahas soal-soal untuk masuk sekolah kedinasan.
“Bagi saya, ikut sekolah kedinasan dapat meringankan beban orang tua. Tapi dua kali ikut tes belum berhasil. Namun setelah mengetahui informasi seleksi CPNS Kejaksaan RI, langsung saya melengkapi berkas dan ikut ujian” tuturnya.
Bahagianya, lanjut perempuan murah senyum itu mengaku terharu hasil pengumuman, kata Intana ia dan keluarga terkejut karena namanya tertera di urutan paling atas formasi Pengadministrasian Penanganan Perkara.
“Dalam seleksi ini, saya lulus murni dan tidak ada mengurus kepada siapa pun. Kerja keras dan kesungguhan saya selama ini ternyata membuahkan hasil” ungkapnya sembari menuturkan prestasinya tentu sangat meringankan beban orang tua terwujud pasca diterima CPNS di Kejaksaan RI.
Plt. Asisten Pembinaan Kejati Sumut Dr Dwi Setyo Budi Utomo selaku paniti seleksi CPNS Kejaksaan RI di Sumatera Utara turut menyambut gembira Intana menjadi salah satu CPNS di Kejaksaan RI.
“Kelulusan Intana ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan seleksi CPNS Kejaksaan RI di Sumut berlangsung transparan, mulai dari tahapan awal sampai akhirnya pengumuman kelulusan,” kata Dwi Setyo Budi Utomo yang juga Asintel Kejati Sumut.
Reporter: Toni Hutagalung







