ACEH TAMIANG | Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Selatan bersama seluruh kepala SMA dari Aceh Selatan turut serta membersihkan material banjir dan longsor di sejumlah sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kacabdin Aceh Selatan, Ana Dwi, saat dihubungi orbitdigital, Senin (5/1/2026), mengatakan bahwa keterlibatan tersebut merupakan bagian dari penugasan relawan Pemerintah Aceh tahap II.
Kegiatan ini berdasarkan sebaran personel relawan Dinas Pendidikan Aceh dalam program Disdik Seumeugleh Goes to Aceh Tamiang, serta menindaklanjuti imbauan Gubernur Aceh dan surat resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
“Jumlah relawan yang turun sebanyak 34 orang dan telah disepakati bersama Satgas Peugleh Sikula di Aceh Tamiang. Setiap relawan didampingi pemandu, lalu dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak,” ujar Ana Dwi.
Saat proses pembersihan berlangsung, rombongan relawan juga mendapat kunjungan dari Kacabdin Aceh Tamiang yang memberikan dukungan dan semangat kepada para relawan. Pembersihan dilakukan dengan peralatan seadanya di sekolah berbasis pesantren yang terdampak cukup parah.
Menurut Ana Dwi, idealnya pembersihan lumpur banjir dan longsor membutuhkan bantuan mobil pemadam kebakaran. Namun, keterbatasan unit serta banyaknya sekolah yang harus dibersihkan menjadi kendala tersendiri.
“Kondisi lumpur di dalam ruangan sangat luar biasa dan masih basah. Jika sudah kering, kemungkinan harus menggunakan alat seperti pahat. Di pekarangan sekolah, lumpur sangat dalam hingga kaki terasa seperti terhisap,” jelasnya.
Rombongan relawan berangkat ke Aceh Tamiang menggunakan enam kendaraan pribadi. Meski tidak semua relawan dapat hadir karena alasan kesehatan, kegiatan pembersihan tetap berjalan. Selama dua hari, Sabtu dan Minggu, para relawan berhasil membersihkan beberapa ruang sekolah, meskipun belum seluruhnya.
“Kami beristirahat di lokasi dengan beralaskan meja. Banyak mobiler sekolah yang tidak dapat digunakan lagi karena ketinggian air mencapai sekitar enam meter. Sekolah yang kami bersihkan memiliki dua lantai, sehingga tanpa bantuan mobil pemadam dan keterbatasan air bersih, pembersihan menjadi sangat sulit,” tambahnya.
Meski demikian, Ana Dwi menegaskan bahwa upaya pembersihan akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi Aceh secara bertahap dan tuntas. Hal ini dilakukan demi mendukung kelanjutan proses belajar-mengajar dan pemulihan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang pascabencana.
Reporter : Yunardi







