Asahan  

Kapal Cakra Donya, Sejarah Perjuangan Malahayati Perempuan Pertama Melawan Penjajahan

Tampak ketua peserta karnaval dari SMP Negeri 2 Tapaktuan sedang melaporkan kesiapan usai acara dengan aba aba dari pembina balek kanan dan bubar barisan sementara satu kapal cakra donya yang ditumpangi oleh salah seorang perempuan dalam sejarah sebagai Laksamana Malahayati yang saat itu sempat membunuh seorang penjajahan Aceh dari portugis Yunardi.Orbitdigitaldayli.com

ACEH SELATAN | Dalam rangka memeriahkan HUT ke 80 Kemerdekaan Republik Indonesia di acara ,karnaval Sabtu (16/8/2025) keluarga besar SMP Negeri 2 Tapaktuan menghadirkan kapal Cakra Donya mengisahkan sejarah perjuangan seorang perempuan pertama di dunia Laksamana Malahayati Pahlawan Nasional dari Aceh dengan gigihnya melawan penjajahan Portugis.

Penampilan kapal cakra donya yang mengisahkan sejarah Aceh dengan penjajahan portugis bertempat di halaman kantor bupati lama Tapaktuan.

Sejarah peperangan dilakoni oleh para siswa siswi SMP Negeri 2 Tapaktuan menjadi perhatian dari semua penonton meskipun sudah hampir memasuki Azan Magrib namun masyarakat penggemar SMP Negeri 2 Tapaktuan tetap bertahan untuk menyaksikan atraksi karnaval.

Kepala SMP Negeri 2 Tapaktuan Arqadius bersama dengan keluarga besar SMP Negeri 2 Tapaktuan yang seluruhnya hadir mengucapkan Alhamdulilah atas masih diterimanya penampilan atraksi dari peserta karnaval anak didiknya oleh panitia selaku tim penilai, sehingga patut kita apresiasi kepada panitia HUT ke 80 RI yang sangat setia menunggu penampilan aktraksi peserta.

Atraksi

Termasuk juga Nyonya Nafisah Mirwan MS istri Bupati Aceh Selatan yang sangat setia menunggu penampilan atraksi peserta karnaval dari keluarga besar SMP Negeri 2 Tapaktuan juga kami mengucapkan Alhamdulilah dan terima kasih yang sebesar besarnya atas menunggunya.

Meskipun sudah hampir memasuki Azan Magreb namun pelaksanaan hingga berakhir dengan ucapan balek ketempat bubar barisan,namun panitia HUT ke 80 RI selaku tim penilai tetap dilokasi acara karnaval dengan menilai kerapian kekompakkan dan disiplin sesuai dengan waktu sampai ke tempat tujuan.pungkasnya.

YUNARDI.M.IS