Aceh  

Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Bakongan Hirup Asap Kabut Tebal

ACEH SELATAN | Akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan di dua gampong yakni gampong Beurahan dan Gampong Ujung Padang, Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan sehingga warga disana menghirup asap kabut teball.

Warga mengeluhkan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pekat hingga mengganggu pernafasan serta jarak pandang. Beberapa warga menganggap kondisi tersebut sangat memprihatikan.

Abdul Aziz (35), warga Ujung Padang, Kecamatan Bakongan, mengaku terkejut ketika ke luar rumah sekitar pukul 07.30 WIB. Dia saat itu bermaksud mengantar anaknya.

“Dengan kebakaran hutan dan lahan tidak menutup kemungkinan akan berdampak kesehatan terhadap warga hingga anak-anak sekolah,” imbuh Aziz.

Selain itu, Aziz juga mengaku merasa tidak nyaman dalam beraktivitas karena kabut demikian tebal. Bahkan, dia merasa jarak pandang hanya 50 meter.

“Kita harap penanganan serius terhadap kebakaran tersebut, tidak hanya itu untuk menghindar anak-anak dari penyakit pihak sekolah bisa mengliburkan sekolah-sekolah sementara akibat dari pada dampak karhutla, sampai dengan keadaan sudah kondusif,” harap Ketua Peut Gampong Ujung Padang.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Cut Syazalisma, Senin (22/2/2021), mengatakan, dari Tim gabungan BPBD-Damkar, TNI-POLRI, BKPH, BKSDA, Manggala Agni Sibolangit, TNGL,dan Masyarakat Peduli Api, telah melakukan upaya pemadaman selama 7 hari.

“Untuk saat ini kebakaran lahan gambut mencapai 50 hektar, di tambah lagi personil pemadam kebakaran harus kita bagi karena ada 7 titik panas terpantau masing-masing 4 titik di Trumon dan 3 titik di Kecamatan Bakongan,”kata Kalak.

Dia mejelaskan, faktor utama semakin cepatnya penyebaran api karena kondisi kemarau. Selain itu
sumber air di lokasi kebakaran jauh sehingga personil kewalahan untuk mencapai titik api.

Bahkan, kata Kalak. Pemerintah Aceh Selatan melalui BPBD sedang melakukan Koordinasi (RAKOR) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Mapolres Aceh Selatan pada hari ini untuk melakukan evaluasi dan mengatur rencana opersai selanjutnya, .

“Kita terus himbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perkebunan. Apalagi saat cuaca kemarau panjang sangat rentan membuat api menyebar dan tak terkendalikan seperti kita rasakan sekarang,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, pada hari ini terpantau 14 titik panas di Provinsi Aceh dan terbanyak di Aceh Selatan.

Reporter : Yunardi