Medan  

Kejati Sumut dan IAD Santuni Anak Yatim

MEDAN | Keluarga besar Kejati Sumut bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Utara buka puasa bersama di rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan Listrik, Medan, Senin (23/2/2026).

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan dengan puluhan anak yatim dengan tema “Meningkatkan Ketakwaan di Era Teknologi”,

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi di tengah derasnya perkembangan zaman.

Kepala Kejati Sumut, Dr. Harli Siregar, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran agat tidak memandang kemajuan teknologi sebagai ancaman, melainkan sebagai sarana yang dapat memperkuat nilai-nilai keimanan.

“Teknologi tidak bisa kita kesampingkan. Justru harus berjalan beriringan dengan nilai keagamaan. Kita harus mampu memanfaatkannya secara baik dan positif untuk kemajuan,” ujarnya.

Pesan serupa disampaikan Al-Ustadz Dr H Fuji Rahmadi P, S.Hi MA dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan berbagi dan momentum memperbanyak amal kebajikan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, umat beragama dituntut untuk melek digital agar kemajuan ilmu pengetahuan dapat menjadi jembatan kebaikan, bukan sebaliknya.

“Teknologi seharusnya memudahkan kita dalam beramal dan mewujudkan niat baik, termasuk dalam berbagi seperti hari ini,” tuturnya.

Menjelang waktu berbuka, suasana haru terasa ketika santunan diserahkan kepada anak-anak yatim.

Kajati Sumut bersama Ketua IAD Wilayah Sumut Ny. Tiurmaida Harli Siregar, Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, Wakil Ketua IAD Sumut, para Asisten, Koordinator, hingga para Kepala Seksi dan Kasubbag secara bergantian menyerahkan bantuan sebagai bekal Ramadan.

Bagi anak-anak yatim, santunan itu bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang. Senyum dan rasa syukur terpancar dari wajah mereka, menambah makna kebersamaan di bulan suci.

Kegiatan ini turut dihadiri para Kepala Kejaksaan Negeri, di antaranya Kajari Medan, Binjai, dan Belawan, yang bersama-sama mempererat silaturahmi dalam semangat berbagi.

Ramadan kali ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan kemajuan teknologi, nilai kemanusiaan dan kepedulian tetap menjadi fondasi utama.

Di sanalah makna ibadah menemukan wujud nyatanya hadir dalam kepedulian dan kebersamaan. (OM-09)