Keluarga Tenaga Medis dan Non Medis RSPPB Positif Covid-19 Discreening

oleh -163 views

LANGKAT –  Warga Kabupaten Langkat, khususnya di Kecamatan Pangkalan Brandan gempar akan kabar terinfeksinya sejumlah tenaga kesehatan di RS Pertamina Pangkalan Brandan (RSPPB) virus Covid-19.

Disebut-sebut ada lima orang yang dinyatakan positif, seorang dokter dan empat kepala perawat dan seorang tenaga non medis.

Sayang hingga hari ini, tak banyak informasi yang terungkap dari rumahsakit plat merah itu.

Disebut-sebut tak ada penanganan yang dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Namun, kabar itu dibantah. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun orbitdigitaldaily.com, juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, dr Juliana Tarigan menganulir isu soal tenaga kesehatan dan non tenaga kesehtan RSPPB yang terinfeksi Covid-19 tidak diisolasi sesuai protokol kesehatan.

“Isu tidak benar, RSPPB telah melakukan prosedur penanganan Covid-19 dengan benar dan sesuai protokol kesehatan,” sebut dr Juliana yang juga Plt Kadis Kesehatan Langkat, saat melakukan pertemuan dengan pihak RSPPB terkait penanganan Covid 19 di Pangkalan Brandan, di Ruang Rapat Kadis Dinkes Langkat, Stabat, kemarin.

Juliana menegaskan, semua RS rujukan Covid-19 termasuk RSPPB, maupun Puskesmas yang ada di Langkat, semuanya di bawah intruksi Satgas Covid 19 Langkat.

“Jika ada kasus Covid-19 yang baru, mereka selalu berkoordinasi dengan pihak Dinkes. Jadi setiap perkembangannya kami mengetahui, jika ada kekeliruan pasti akan segera kami luruskan,”terangnya.

Menyahuti kejadian tersebut, Direktur RSPPB Dr Neny Herawati, membenarkan kabar itu. Terdapat lima tenaga kesehatan seorang tenaga non medis di RSPPB positif Covid-19.

Keenam orang itu kini sudah diisolasi di rumahsakit rujukan Covid 19 Pemprovsu, RS GL Tobing PTPN2 di Tanjungmorawa dan RS Marta Friska Martatuli Medan.

 “Kepada keluarganya yang memiliki kategori kontak erat juga sudah dilakukan tracing dan tracking,”terangnya.

Sementara, bagi seluruh karyawan RSPPB lainnya juga sudah dilakukan  screening covid. Hal ini telah dilakukan sejak 2 Juni 2020 lalu secara bertahap sampai saat ini, setiap 14 hari sekali atau minimalnya 1 bulan sekali.

“Saat ini sebanyak  218 karyawan RSPPB tenaga medis dan non medis yang sudah di-screening, bagi yang reaktif tanpa gejala, kita lakukan isolasi mandiri dirumahnya masing – masing,”sebutnya.

Ia juga menuturkan, RSPPB sebagai RS Rujukan kasus covid di Langkat, terus membuka layanan dengan penerapan sesuai protokol kesehatan.

Sumber: Internet