
“Sebagaimana yang kita tahu, banyak rekan-rekan perjuangan kita sesama perempuan yang mengalami tindakan pelecehan dan kekerasan. Karena itu kami disini mengadakan aksi untuk menunjukkan kami perempuan tidak diam-diam saja dengan situasi yang ada supaya pemerintah juga tahu bahwa saat ini kami perempuan sakit hati,” kata Sinta Ayu sebagai salah satu anggota Kohati Cabang Medan
Noorma Annisa juga mengatakan bahwa harapan nya kepada pemerintah untuk segera merevisi dan mengesahkan Undang-Undang PKS serta menegakkan tegas hukum terhadap perempuan karena para perempuan juga butuh perlindungan yang adil.
“Jangan selalu menyalahkan kaum perempuan, tetapi kaum lelaki juga seharusnya mampu menahan diri serta intropeksi diri. Terutama saat ini zaman sudah sangat maju dan global,” sambut Nurajidah Dalimunthe sebagai Ketua Umum Kohati Fusi UINSU
Aliansi Kohati Cabang Medan juga membuat petisi yang akan ditandatangani oleh pengunjung yang ada di Lapangan Merdeka baik perempuan maupun laki-laki sebagai bentuk dukungan masyarakat akan pergerakan kaum perempuan yang ada di Kota Medan dan diserahkan kepada Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Reporter: Gabrilla Simangunsong







