MADINA | Aktivitas pendidikan di lingkungan Pesantren dan Yayasan AT-TAQWA Sinunukan V, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kembali berjalan normal setelah sebelumnya sempat mengalami penghentian aktivitas selama kurang lebih tiga hari.
Kembalinya kegiatan belajar mengajar tersebut disambut positif oleh tenaga pendidik, orang tua santri serta peserta didik yang saat ini sedang menjalani agenda pembelajaran dan pelaksanaan ujian Tahfiz Al-Qur’an Tahun Ajaran 2025/2026.
Berdasarkan data yang dihimpun dari lingkungan pendidikan Pesantren AT-TAQWA, proses pendidikan saat ini melibatkan ratusan santri dan santriwati dari berbagai jenjang.
Pada jenjang RA AT-TAQWA tercatat sebanyak 38 santri dan santriwati yang mengikuti kegiatan pendidikan.
Fasilitas pembelajaran berlangsung pada :
2 lokal pendidikan usia dini (PAUD)
1 lokal Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)
Kepala sekolah: Syuhainatul Aslamiyah, S.Pd
Tenaga pendidik:
Evi Yuspita, SE
Wildayanti, S.Pd
Entasari, S.Pd
Sitizuriah, S.Pd
Nurlia Saputri, S.IP
UNIT TPQ
Pada tingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), tercatat sebanyak 88 santri dan santriwati aktif mengikuti pembelajaran.
Kepala sekolah : Sitizuriah, S.Pd
Tenaga pendidik:
Ruana Putri Ayu
Sinar Lestari
Livia Ramadhani
UNIT MDTA
Sementara pada jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), tercatat sebanyak 83 santri dan santriwati.
Fasilitas pembelajaran disebut berlangsung dengan dukungan :
2 lokal pendidikan dasar;
2 lokal tingkat lanjutan.
Total peserta didik dari unit-unit yang disebutkan dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan kegiatan pendidikan menjadi perhatian penting seluruh unsur yayasan dan masyarakat.
Setelah sempat terhenti selama tiga hari, kegiatan belajar mengajar dan agenda ujian Tahfiz Al-Qur’an akhirnya kembali berjalan.
Sejumlah pihak di lingkungan yayasan menyampaikan apresiasi atas upaya berbagai unsur yang ikut mendorong pemulihan aktivitas pendidikan.
Dalam forum internal yang berlangsung sebelumnya, nama H. Wiyono, S.Pd selaku Ketua Pengurus Yayasan serta Miswondo sebagai tokoh pendiri disebut turut berperan dalam mendorong komunikasi dan menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan agar tidak berdampak pada peserta didik.
Bagi para guru dan orang tua, kembalinya kegiatan belajar menjadi hal yang paling penting mengingat peserta didik sedang berada pada masa evaluasi dan ujian.
Yang paling utama anak-anak bisa kembali belajar dan ujian berjalan sebagaimana mestinya, ungkap salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan yayasan.
Masyarakat berharap seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan pendidikan dapat terus mengedepankan dialog, musyawarah dan kepentingan peserta didik agar proses pendidikan di Pesantren AT-TAQWA Sinunukan V tetap berjalan baik dan terus berkembang.
Reporter : OD 34







