ABDYA | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 161 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat, Rabu (06/08/2025).
Acara tersebut berlangsung di halaman kantor bupati, turut dihadiri Wakil Bapati Zaman Akli Sos MM, Ketua DPRK Roni Guswandri, Dandim 0110 Letkol Inf Beni Maradona S.Sos, Plt Sekda Rahwadi ST, Ketua Pengadilan Tinggi Blangpidie Munawwar Hamidi SH, Asisten I Musawir, Kepala BKPSDM Yusan Sulaidi serta lainnya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah berdasarkan keputusan Bupati Abdya Nomor 700 bertanggal 05 Agustus tahun 2025. Selain menerima SK Pengangkatan, para Pegawai P3K juga menandatangani perjanjian kerja yang di dalamnya tertuang seluruh kewajiban dan larangan harus ditaati.
Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin mengatakan, setelah sekian lama penantian panjang akhirnya para guru di Abdya mendapatkan kepastian status menjadi pegawai PPPK.
”Kita ingatkan bahwa SK yang didapatkan sebagai arti rasa syukur atas perjuangkan selama ini, kita ingin semuanya mau mengikuti slogan melalui dunia Pendidikan di Kabupaten, ada warna baru, arah baru, demi kebaikan dunia pendidikan kita insyaallah” tegasnyan.
Tak Ada Perbedaan
Selain itu, Safaruddin berharap agar seluruh guru PPPK dapat bekerja lebih baik, salah satunya memperbanyak pemberian motivasi dalam dunia pendidikan, hal itu supaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi siswa di sekolah.
Sebagai Bupati Safaruddin berpesan, pemerintahan Abdya dibawah kepemimpinannya hanya perlu mengawasi para pegawai dalam lingkungan Kabupaten Abdya.
Safaruddin juga menyebutkan, berdasarkan regulasi secara Nasional, para pegawai PPPK telah diatur dalam undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam aturan tersebut tertera jelas terkait sanksi, reward dan punishment bagi mereka para PPPK nantinya.
Dalam arahannya Safaruddin juga menyinggung tidak ada lagi perbedaan di tengah-tengah pemerintah Abdya lima tahun mendatang, bahkan ia ingin menjadi pionir dalam memimpin kabupaten berjulukan Bunoe Breuh Sigupai itu.
”Harapan saya jadi pionir untuk kabupaten Abdya, tidak ada lagi kubu 01, 02, 03 dan saya bersama wakil bupati sedang menggalakkan shalat berjamaah. semua aktifitas segera dihentikan di waktu shalat, termasuk Pelayanan publik, mari kita galakkan ke Masjid untuk berjamaah,” demikian pungkasnya.
Reporter : Nazli







