Lintas Taput- Tapteng Terputus Akibat 57 Titik Longsor

TAPTENG | Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kini berada dalam kondisi terisolasi, memasuki hari keempat sejak diterjang bencana banjir dan longsor berturut-turut. Rangkaian bencana yang melanda sejak Selasa (25/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) telah memutus hampir semua akses darat utama, melumpuhkan jaringan listrik, dan mematikan komunikasi di sebagian besar wilayah.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi bahwa isolasi terjadi akibat sedikitnya 57 titik longsor besar yang menimbun ruas jalan utama Tarutung–Sibolga. Material tanah dan batu yang menutup badan jalan secara total menyebabkan mobilitas kendaraan dan distribusi logistik terhenti sepenuhnya.

“Warga dan relawan hanya dapat melintas dengan berjalan kaki menembus jalur licin dan terjal,” kata Masinton, Kamis (27/11/2025) siang.

Ia menyebutkan, dari arah selatan, kondisi tak lebih baik. Sejumlah jembatan penghubung Tapanuli Selatan-Tapteng juga terputus dan membuat rute alternatif yang biasa menjadi tumpuan distribusi logistik tak dapat diakses.

Selain terputusnya akses jalan darat , Telekomunikasi pun tidak luput dari bencana. Jaringan listrik padam dan layanan internet serta telepon lumpuh di sebagian besar kecamatan. Situasi ini membuat koordinasi penanganan darurat tersendat dan informasi mengenai kondisi warga di desa-desa terdampak sulit dipastikan.

Di berbagai titik pengungsian, sejumlah warga bertahan dalam kondisi memprihatinkan. “Mereka membutuhkan makanan siap saji, pakaian layak, serta tenda tambahan,” katanya.

Perlu diketahui, jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut hingga Kamis (27/12/2025) sebanyak 32 Orang. Menurut data dari Polda Sumut ini puluhan lainnya juga mengalami luka dan ribuan mengungsi.

Berdasarkan  dari data , satu orang tewas di Nias Selatan, dua di Pakpak Bharat, empat di Tapanuli Tengah, serta 12 orang meninggal dan satu hilang di Tapanuli Selatan. Di Kota Sibolga, lima orang ditemukan meninggal dan empat lainnya masih hilang. Selain itu, 37 warga mengalami luka ringan dan 6 luka berat. (OM/011)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *