Mangapul Purba : Jangan Jadikan Lembaga DPRD Sebagai Lembaga ‘Stempel’ Belaka

oleh -108 views
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba

MEDAN| Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Mangapul Purba menyayangkan tenggat waktu yang diberikan kepada fraksi dalam menyampaikan pendapat akhir terhadap nota jawaban Gubsu atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumut terhadap Nota Keuangan dan Ranperda Tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (PAPBD) Sumut Tahun Anggaran 2020 hanya hitungan jam.

“Ini tentu menyulitkan kita untuk melakukan pendalaman terhadap jawaban-jawaban yang diberikan” ujar Mangapul Rabu (23/9/2020)

Selain itu, seperti kebiasaan selama ini yang harus kita akui bersama bahwa jawaban-jawaban yang diberikan sifatnya selalu normatif (seperti : telah sesuai peraturan; keterbatasan kemampuan keuangan daerah, dll) yang secara tersirat menempatkan kelembagaan DPRD Sumut hanya sebagai lembaga stempel belaka,

“Padahal dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah secara tegas dinyatakan bahwa Kepala Daerah dan DPRD merupakan unsur penyelenggara pemerintahan Daerah yang dibantu oleh organisasi perangkat daerah” jelas Mangapul.

Mangapul juga menyampaikan bahwa Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi yang telah menunjukkan peningkatan kualitas kerja dalam penanganan dan penanggulangan covid-19

“Dengan meningkatnya alokasi anggaran untuk bidang kesehatan dari Rp191.797.8000.000,00 (38.20%) pada refocusing Tahap I dan Rp261.047.620.000,00 (52.21%) padarefocusing Tahap II” imbuhnya.

Namun menurut Mangapul bahwa alokasi anggaran tersebut masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan berbagai kebutuhan dan kegiatan penanganan dan penanggulangan penyebaran covid-19. Terbukti bahwa jumlah kasus konfirmasi positif covid-19 terus meningkat,

“Terlebih lagi beberapa kasus terkonfirmasi positif covid-19 tersebut dari kalangan medis. Dengan demikian, kami memandang bahwa kegiatan-kegiatan Pemprovsu melalui GTTP Covid-19 dalam hal tindakan-tindakan preventif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 tidak terarah dan terukur” pungkasnya.cr-03