Medan  

Masyarakat Kelurahan Denai Rembuk Pengadaan Lahan Pekuburan

MEDAN | Masyarakat Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Medan mengadakan rembukan dalam rangka pengadaan lahan untuk perkuburan muslim di wilayah itu, karena areal yang ada selama ini sudah over kapasitas alias penuh.

Rembukan dilaksanakan di Aula Kelurahan Denai pada Senin (03/10/2022) dihadiri para utusan dari masing-msing lingkungan yang ada di kelurahan tersebut, termasuk para Kepala Lingkungan bersama tokoh masyarakat.

Lurah Denai Julpanuddin Harahap yang ikut hadir pada kesempatan tersebut memberikan arahan terkait masalah lahan yang menjadi pokok utama untuk diselesaikan. Karena sampai hari ini lahan untuk dijadikan perkuburan belum diperoleh.

“Salahsatu yang harus dibahas yaitu terkait dana untuk pembelian lokasi sebagai “rumah masa depan” tersebut. Oleh sebab iu harus dibentuk kepanitiaan khusus untuk pengadaannya,” sebut lurah.

Iuran Warga

Sementara itu tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua Forum Silaturahmi (Fosil) Badan Kenaziran Masjid Medan Denai, H Jonidi SE memberikan gambaran, bahwa dana untuk pembelian lahan bisa saja diperoleh dari masyarakat atau pihak lain yang ingin mewakafkan hartanya untuk kemaslahatan umat.

“Karena ini untuk kebutuhan orang banyak dan yang pasti kita semua akan ikut menempatinya nanti saat meninggal dunia, panitia harus yakin dan masyarakat juga harus ikut bertanggungjawab, khususnya warga Kelurahan Denai,” katanya.

Soal pengadaan lahan/pambahan perkuburan muslim di Kelurahan Denai bukan saja tanggungjawab panitian atau pihak Kenajiran Lahan Perkuburan. Semua warga di kelurahan ini harus ikut mensukseskan dan membantu untuk pembelian lokasi dan sejak sekarang harus sudah mulai menyalurkan infaknya.

Hasil rembukan warga malam itu yang dipandu moderator Mardi Sutrisno (Keplink-III) bahwa setiap masjid yang ada di Kelurahan Denai sudah bisa menjalankan kotak infak khusus untuk wakaf lahan peruburan dan masing-masig kenaziran maupun para tokon agama secara kontiniu mensosialisasikannya, sehingga tidak terjadi beda pendapat di masyarakat. Rel