Miliki 292 Butir Ekstasi, Muhammad Isa Dituntut 13 Tahun Penjara

Labuhanbatu-ORBIT: Terbukti memiliki 192 butir pil ekstasi, terdakwa Muhammad Isa alias Isa alias Isa Botot (35) warga Jalan Adam Malik, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu dituntut pidana penjara selama 13 tahun ditambah denda Rp1 miliar subsider 1 tahun penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Rico Manurung SH dihadapan majelis hakim yang diketuai Khamozaro Waruwu SH MH didampingi Darma Simbolon SH dan Rinaldi SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Selasa (29/1), terhadap terdakwa Muhammad Isa didampingi Penasihat Hukum Irwan Zebua SH.

Dalam pembacaan tuntutannya, JPU Andri Rico menyatakan terdakwa Muhammad Isa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 112 ayat (2) dan pasal 127 (2) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai mendengar tuntutan yang dibacakan jaksa, terdakwa Muhammad Isa terlihat tertunduk lemas dan menemui penasihat hukumnya untuk meminta pendapat dan selanjutnya meminta kepada majelis akan mengajukan pembelaan secara tertulis pada persidangan berikutnya  Kamis 7 Februari 2019.

Perbuatan terdakwa dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan JPU pada persidangan sebelumnya mengatakan, terdakwa Muhammad Isa ditangkap polisi pada 22 Juni 2018 tahun lalu sekira pukul 14.00 WIB saat sedang duduk di room VI Karaoke Fiesta yang berada di Jalan Lintas Sumatera, Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu sambil memegang 1 bungkus plastik berisi 2 butir pil ektasi yang sudah dipecah-pecah.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi juga menemukan 1 bungkus plastik besar tembus pandang yang berisikan 190 butir pil ektasi dari belakang loudspeaker dan saat dilakukan pemeriksaan terdakwa Muhammad Isa mengaku memperoleh pil ektasi tersebut dari Indra (DPO).

Terdakwa Muhammad Isa saat mendengar tuntutan yang dibacakan JPU Andri Rico pada persidangan di PN Rantauprapat. Od-Rob