MEDAN | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut menggelar muzakarah sambut perayaan tahun baru Islam 1447 bertempat di aula MUI Sumut Jalan Sutomo Medan, Minggu (29/06).
Muzakarah yang dibuka Ketua MUI Sumut dan dihadiri ormas Islam ini juga menampilkan dua pembicara/narasumber yaitu Prof Dr. H
Hasan Bakti Nasuion MA dan Prof Dr Ir H Basyaruddin MS.
Prof Dr H Hasan Bakti Nasution.MA mengangkat tema ” Sejarah Hijrah Prospek dan Tantangan Umat” mengatakan hijrah berarti meninggalkan atau berpindah dari suatu posisi keposisi lain.dimana hijrah memiliki dua makna fisik dan non fisik.
Umat Islam saat ini berada diantara dua plihan maju atau mundur. Maju atau mundurnya ditentukan sejauh mana dia mampu menghadapi tantangan itu sehingga menjadi peluang.
“Peristiwa hijrah terjadi 27 Safar tahun 622 ke 14 kenabian Muhammad Saw beserta sahabatnya Abu Bakar Sidik meniggalkan Makkah menuju Madina.” ujar Prof Dr. H Hasan Bakti Nasution guru besar UIN Sumut.
Menurutnya hakekat hijrah adalah perubahan yang lebih baik terhadap spritual menuju rabbaniyah. Perubahan pemahaman agama dari minimalis ke maksimalis.
Perubahan ukhuwah, perubahan pendidikan dan perubahan ekonomi.
Walaupun begitu masih banyak tantangan yng harus dihadapi baik internal maupun eksternal.
Diakhir pembicaraanya Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA berharap sebagai agama sempurna ajaran Islam selalu menciptakan momentum. Oleh sebab itu setiap ritual peringatan hari hari besar memiliki missi momentum.
Sementara itu, Prof Dr H.
Ir Basyaruddin MS Mengatakan tahun baru Islam sebagai muhasabah . Muharram bukan sekadar pembukaan tahun hijriah melainkan momentum spritual yang penuh makna untuk melakukan muhasabah refleksi diri dan umat.
Muharraham mengingatkan umat Islam diseluruh dunia untuk meninjau kembali tanggung jawabnya sebagai “khaira ummah” yang menjadi saksi atas kebenaran dan rahmat bagi semesta.
Menurutnya tantangan umat Islam yang dihadapi saat ini adalah 1. komplik geopolitik, 2. ketimpangan ekonomi ,3.Krisis identitas dan 4. kemunduran ilmu.
Jika dilihat , umat Islam tumbuh stabil kini mendekati 2 miliar jiwa dan terus menyebar luas diseluruh dunia. Islam menunjukan pertumbuhan yang konsisten dan signifikan tersebar lebih dari 100 negara.
“Diprakiraan umat Isam akan tumbuh melebih umat agama lainnya didunia.” ungkap Prof Basyaruddin.
Kedepan perlunya umat Islam memiliki kelender hijriah terdiri dari 12 yang masing masing memiliki latar belakang budaya Arab pra Islam dn kemudian diadopsi serta dimuliakan dalam Islam.
Antara kelender Hijriah dan kelender Masehi memiliki perbedaan dari segi asal, sistim , makna, fungsi dan penggunaanya. Bulan Muharram bukan sekedar kelender baru tapi titik evaluasi.
Muzakarah diakhiri dengan tanya jawab dari peserta yang hadir Dan muzakarah ini ditutup Wakil Ketua MUI Sumut.
(OM-32)







