Nenek Penjual Pisang di Pasar Lelo Dapat Teror, Ban Sepedanya Dikempesi OTK di Tengah Jalan

Nenek Katinem (62) saat menceritakan kejadian teror yang dialaminya kepada wartawan, di depan rumahnya, Selasa (8/2/2022). (Foto/Pujianto).

Masih menurut nek Katinem bahwa sebelum kejadian ini, pada hari sabtu sore tanggal 29 Januari 2022 yang lalu, ada tiga orang tidak dikenal juga mendatangi rumahnya menyampaikan bahwa Misdaini Harahap selaku pemilik tanah pasar lelo melarang nya untuk berjualan, namun hal ini tidak dipercayai, karena sebelum sebelumnya saat berjualan, Misdaini tidak pernah melarangnya.

Sehingga pada esok harinya, minggu tanggal 30 januari 2022, nek Katinem tetap berjualan seperti biasa.

”Ya kayak biasa aja Pak, kuambil bangku dan jualan, ibu itu ( Misdaini Harahap maksudnya ) tidak ada ngomong apa apa kok” kata nek Katinem di depan rumahnya.

Namun apes pada hari Minggu ( 6/2 ) tanpa disangka, 3 OTK tanpa membuka helm dan memakai masker menghadang dan mengempesi ban sepedanya, sehingga membuat ia ketakutan dan tidak jadi berjualan.

Kini nek Katinem masih trauma atas kejadian tersebut, namun dia tetap harus berjualan demi menghidupi dirinya dan juga cucunya. Nek Katinem berharap ada pihak yang mendampinginya, saat nanti ia hendak berangkat berjualan, agar kejadian serupa tidak terulang.

Perlu diketahui bahwa nek Katinem adalah satu dari sekian pedagang pasar lelo yang tidak mau direlokasi ke Pasar Sei Rampah. Mereka lebih memilih jualan di pasar lelo karena merasa lebih nyaman berjualan di pasar yang buka setiap hari minggu itu.

Beberapa waktu lalu, seorang laki laki dan seorang perempuan yang menurut nek Katinem merupakan perwakilan dari pedagang Sei Rampah juga pernah mendatangi dan mengajaknya untuk pindah dari pasar lelo, namun ajakan itu ditolaknya.

Pasar sei Rampah itu sendiri merupakan pasar yang disediakan oleh Pemkab Serdang Bedagai sebagai pengganti pasar lelo karena pasar lelo dianggap melanggar Perda dan tidak memiliki izin. Selain itu, relokasi ini menurut pihak Pemkab Serdang Bedagai sebagai bentuk penataan Kecamatan Sei Rampah sebagai Ibu kota Kabupaten Serdang Bedagai.

Meski mendapat penolakan dari sebagian besar pedagang pasar lelo, namun upaya Pemkab Serdang Bedagai untuk merelokasi pasar lelo tetap terus dilakukan. Bahkan beberapa kali pedagang dan Satpol PP terlibat betrok, terlebih pada hari Minggu tanggal 10 januari 2022 yang lalu, saat pihak Satpol PP Serdang Bedagai menghancurkan lapak pedagang yang tetap ngotot tidak mau pindah dari pasar lelo. Selain alasan diatas, para pedagang tetap ngotot tidak mau direlokasi, karena status tanah pasar lelo dan pasar Sei Rampah sama sama tanah milk pribadi.

Reporter: Pujianto