Oknum Kepsek Diduga Lakukan Pungli Terhadap Warga yang Berjualan

SD Negeri 101620 Gunung Manaon Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta)

PALUTA | Oknum Kepala SD Negeri 101620 Gunung Manaon Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berinisial Dsr, diduga telah melakukan pengutipan liar (pungli) terhadap warga yang berjualan di luar pagar seputaran sekolah.

Hal tersebut diungkapkan Bms kepada wartawan ketika dikonfirmasi di kediamannya Desa Gunung Manaon Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara baru-baru ini.

Dalam hal ini Bms menyampaikan mengenai pengutipan liar tersebut terhadap warga yang berjualan di luar pagar sekolah itu adalah saudara (adek kandung) sendiri yang telah berlangsung hampir dua tahun belakangan ini yakni semenjak Kepala Sekolah dijabat oleh Dsr.

Yang sangat disayangkan akan hal ini menurut Bms, bahwa sebelum jabatan Kepala Sekolah dijabat oleh Dsr, pengutipan seperti yang dialami adek kandungnya itu sama sekali tidak pernah terjadi katanya lebih lanjut.

Sejak dikutip itu, saudara kandungnya tidak berjualan lagi, dia coba menggantikan posisi adeknya seraya mengusulkan dan memohon kepada pihak Kepala Sekolah agar uang kutipannya dikurangi saja mengingat keuntungan dari hasil penjualannya tidak sanggup untuk menutupi uang kutipan tersebut.

Inilah kios tempat berjualan warga yang terpaksa tutup karena tak tahan dipungli oknum kepsek, persis di perbatasan sekolah SD

Lahan Warisan

Namun pihak kepala sekolah tetap pada pendiriannya tidak mengabulkan usulannya, bahkan persoalan tersebut sempat Bms sampaikan kepada aparat Desa setempat dengan harapan dapat solusi terbaik, akan tetapi hasilnya tetap nol sama sekali.

Kemudian dari pada itu menurut Bms sempat juga terucap kata-kata yang kurang berkenan di hati dari Kepala Sekolah tersebut “kalau kalian tidak sanggup bayar uang kutipan itu, tutup saja jualan kalian” sebut warga menirukan perkataan kepala sekolah kepada Bms dengan nada ketus.

Sementara informasi diperoleh di lapangan menyebutkan, bahwasanya sejarah asal muasal pertapakan sekolah tersebut merupakan lahan yang diwakafkan oleh Kakek (Oppung) kandung Bms dengan hati tulus dan ikhlas demi memajukan dunia pendidikan khususnya di Desa Gunung Manaon.

Sementara, ketika kepala sekolah yang bersangkutan dikonfirmasi melalui selular terkait dugaan pengutipan liar tersebut tidak berhasil dihubungi karena hp-nya menjawab sedang berada di luar jangkauan. (Red)