Omset Penjual Es Kelapa Muda Merosot di Musim Hujan

Pedagang es kelapa muda, Senin (29/09/25) Medan Labuhan

MEDAN | Sejumlah pedagang es kelapa muda mengalami penurunan pembeli pada saat musim hujan. Salah satunya di Jalan Rawe 1, Kel. Tangkahan, Kec.Medan Labuhan pada Senin (29/09/25). Penurunan ini terjadi dikarenakan faktor cuaca yang sudah memasuki bulan Oktober.

Musim kemarau ke musim hujan berdampak langsung pada stabilitas pendapatan, khususnya pedagang minuman segar. Pedagang Es Kelapa Muda, Linda yang telah beroperasi selama tiga tahun, melaporkan penurunan tajam pada volume penjualan hariannya.

Linda menyatakan bahwa permintaan es kelapa muda menurun hingga 50 persen saat musim hujan tiba, yang diperkirakan terjadi dalam kurun September hingga Desember.

Pada musim panas, Linda mampu menjual rata-rata 50 biji kelapa muda per hari. Angka tersebut merosot drastis selama musim hujan, penjualan berkisar antara 10 hingga 20 buah kelapa.

“Pasti berkurang peminatnya. Enggak seramai musim panas, Kadang cuman 20 biji, 10 biji pun bahkan pernah ada kalau di musim hujan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia harus pintar mengelola stok bahan baku. Mengingat kelapa muda memiliki batas kesegaran, tidak enak dan tidak layak dikomsumsi jika disimpan lebih dari tiga hari dan terpaksa harus membatasi stoknya sesuai dengan permintaan pasar.

“Ya, sesuai dengan lakunya aja, kalau banyak-banyak stok juga kan kelapanya ga enak, kalau sampe tiga hari lebih itu udah beda rasanya,” uan jarnya.

Ia menyimpulkan bahwa lebih sering untung saat musim kemarau yang menunjukkan bagaimana perubahan iklim dapat secara langsung memengaruhi keberlangsungan usaha mikro di tingkat lokal.

Reporter : Yesika Siahaan