Pasalnya, masjid besar di lintasan jalan raya alternativ tersebut selama ini tak pernah ditutup rapat setiap hari siang malam.
“Karena berada di lintasan jalan utama Kota Medan, Masjid Raya tersebut buka 24 jam, jadi siapa saja bisa masuk dan sholat,” sebut Ustad Herwansyah yang juga imam besar di masjid tersebut.
Bahkan diperoleh informasi, sering juga tamu datang dan numpang bermalan karena kelelahan setelah perjalanan jauh.
Tetapi sekarang atas peristiwa kemalingaan beruntun tersebut, Masjid Raya Miftahul Iman tidak bisa bebas lagi. Mulai pukul 23.00 WIB, pintu pagar yang selama ini terbuka bebas untuk siapa saja kini digembok sampai sekira pukul 04.30 WIB pagi menjelang Sholat Subuh. (Karyadi Bakat).







