MEDAN | Taman Budaya Medan menggelar Pameran Lukisan Tunggal dan teatrikal D’lick teater tim dengan Tema ICONIC MEDAN oleh perupa Asmat Kibo dan Komunitas Payung teduh pada Senin (19/5/2025).
Pagelaran Pameran Seni rupa oleh Asmat Kibo di Taman Budaya Medan menampilkan 25 lukisan dengan berbagai tema. Mulai dari Realis, Surealis dan juga Abstrak yang berlangsung dari tanggal 19 s/d 22 Mei 2025.
Dalam kegiatan pameran tersebut turut dihadiri Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan serta Konsorsium Seniman Kota Medan juga berbagai pegiat dan penikmat seni.
Asmat Kibo mengatakan dalam Pameran ini ada 25 lukisan dengan karakter warna yang berbeda beda. Ada dari Palet, juga menggunakan kuas serta yang berstektur. Serta ada lukisan yang di buat dari tahun 1997 hingga tahun 2025 yang berjumlah 25 Lukisan.
ia juga mengatakan untuk ide tidak spesifik ada yag dibuat dalam setahun 2 lukisan dan kemudian ada yang 3 lukisan tergantung situasi keadaan.
“Untuk ide tidak begitu spesifik ada yang pengerjaan selama stahun 2 atau 3 lukisan. Dari beberapa lukisan ada juga yang bertema sama seperti lukisan rama shinta. Untuk jenis lukisan berbagai jenis seperti realis, sorealis dan lainnya” ungkapnya
Sambung Asmat “Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan kemasyarakat, sebab di kota Medan saat ini sudah berkuarang untuk mengadakan pameran Lukisan. Pastinya pameran ini sebagai sarana edukasi para seniman juga hiburan dikota medan ini yang berlangsung selama tiga hari” Pungkasnya
Sementara Walikota Medan Rico Waas menyampaikan dalam sambutan pidatonya Pameran ICONIC MEDAN oleh Asmat Kibo bisa dilihat ribuan mata sebagai cakrawala luas sebagai sikap memandang seni di kota medan.
“Mudah- mudahan karya yang diberikan utk dilihat oleh ribuan mata masyarakat kota medan ini bisa membuka cakrawala lebih luas ttg bagaimana sikap kita memandang seni di kota medan itu sndiri
Dimana begitu banyak tantangan tentang bagaimana penghargaan seni rupa di kota medan kita hanya bisa berharap semoga masyarakat kota medan bisa membuka diri dalam penerimaan seni rupa yang lebih mendalam utk kota medan sndiri” tuturnya
Rico juga mengaspresiasi tinggi atas terselenggaranya pameran tersebut.
“Sebuah seni menjadi ekspresi yang jujur bagi masyarakat. Seni sejatinya adalah ekspresif dari apa yang dipikirkan seniman itu sendiri
Cuman bagaimana interpretasinya, tentu ini butuh pendalaman dan proses pemantapan dari masyarakatnya. Sebuah karya seni tidak hanya dilihat dari indahnya saja tapi bagaimana memahami sebuah prosesnya” jelasnya
ia juga menambahkan akan memberikan ruang bagi para seniman dikota Medan. Dengan Harapan para seniman kota Medan untuk lebih unjuk gigi menampilkan karya supernya.
Pasya Salah satu pengunjung yang merupakan pegiat seni mengatakan Pamerannya keren dengan karya yang bagus- bagus.ia juga sangat menyukai 2 lukisan yang di pamerkan.
“Sangat menarik ndan keren karya lukisan yang di pamerkan Bagus- bagus. Sebagai contoh bagi generasi muda agar terus berkarya. Saya sangat suka dengan lukisan dewi Shinta dan lukisan emak emak yang suka bercerita sebagai makna bergosip yang menggambarkan para ibu 2 yang berbisik bisik. Semoga kedepannya pameran seperti ini sering diadakan” ucapnya.
(OM/011)







