Pedagang Pasar Gambir Berduka, Seorang Rekan Wafat Usai Rapat Pembagian Kios dengan Dinas Perdagangan

TEBING TINGGI | Suasana duka menyelimuti Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi, Jumat siang. Aktivitas jual beli yang biasanya riuh mendadak sunyi setelah kabar wafatnya seorang pedagang, Lindon Malau, menyebar dari mulut ke mulut di tengah pasar.

Peristiwa bermula dari sebuah rapat antara perwakilan pedagang Pasar Gambir dengan Dinas Perdagangan Kota Tebing Tinggi. Rapat tersebut digelar untuk membahas sejumlah persoalan pasar, termasuk kebijakan retribusi yang belakangan dikeluhkan pedagang. Namun, pertemuan itu justru berlangsung dalam suasana tegang.

Menurut keterangan sejumlah pedagang yang hadir, adu argumen tak terhindarkan. Suasana rapat memanas ketika beberapa pedagang menyampaikan keberatan mereka secara langsung.

Di tengah kondisi tersebut, Lindon Malau tiba-tiba terlihat lemas dan kemudian pingsan di lokasi rapat.

Rekan-rekan pedagang yang panik segera memberikan pertolongan dan membawa Lindon ke Rumah Sakit Umum Kumpulan Pane Tebing Tinggi. Namun takdir berkata lain. Sekira pukul 13.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan Lindon Malau meninggal dunia.

Kabar wafatnya Lindon memicu gelombang emosi di Pasar Gambir. Sejumlah pedagang tampak berkumpul, sebagian menangis, sebagian lain meluapkan kemarahan. Mereka menilai suasana rapat yang penuh tekanan menjadi faktor yang memperburuk kondisi kesehatan almarhum.

Beberapa pedagang juga menyoroti jalannya rapat yang dinilai tidak kondusif. Mereka mengaku sempat dilarang merekam jalannya pertemuan, sehingga situasi di dalam ruangan tidak terdokumentasi secara utuh. Hal ini menambah kecurigaan dan kekecewaan para pedagang terhadap pihak dinas.

Hingga sore hari, keluarga almarhum bersama pedagang Pasar Gambir menyatakan akan menempuh langkah lanjutan. Mereka mendesak agar peristiwa ini tidak berhenti sebagai musibah semata, melainkan diusut secara menyeluruh agar kejelasan dan keadilan dapat ditegakkan.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi ratusan pedagang Pasar Gambir yang merasa kehilangan dan mempertanyakan cara-cara dialog antara pemerintah dan rakyat kecil di ruang-ruang resmi. (FDS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *