Menurutnya perencanaan pembangunan dibidang pemerintahan dan birokrasi kedepan katanya Abdya masih merujuk pada standar yang sudah ada. Pemkab Abdya kedepan, akan tetap menganut sistim kinerja efektif dan efisien. Sehingga tidak ada pembengkakan pembayaran gaji pegawai.
Kemudian, dibidang sektoril, patut diakui bahwa Pemkab Abdya tidak memiliki sumber daya alam yang bagus. Abdya tidak memilik sumber minyak, emas serta tidak memiliki investor. Sangat susah investor datang ke Abdya, dikarenakan letak daerah yang kurang mendukung.
“Namun yang pasti, hal itu tidak membuat Pemkab Abdya menyerah begitu saja, semua persoalan itu ada solusinya,” tegas Bupati Akmal.
Solusinya menurut, Bupati Akmal, adalah sektor pertanian. Hal itu telah dibuktikan bahwa Abdya tahan dalam segala kondisi, bahkan bisa menurunkan angka kemiskinan. Meski dilanda pandemi Covid-19, yang berujung pada kenaikan angka komulatif kemiskinan di Aceh, sebaliknya Abdya tetap konsisten turun meskipun tidak sampai 2 persen.
“Harus konsisten dengan sektor pertanian. Pertanian ini luas, termasuk sektor kelautan yang juga subsektor dari pertanian, seperti budidaya ikan, udang, peternakan dan lainnya. Silahkan ikuti kebijakan tersebut dan jika rakyat memiliki tanah jangan serahkan kepada insvestor, akan tetapi percayakan kepada rakyat karena mereka sangat mampu untuk menggarapnya,” tuturnya.







