Penyaber Nakhe Serahkan Grand Desain Desa Wisata ke Tiga Kades di Gunungsitoli Barat

“Saya siap mendukung program ini. Dan semoga penyebaran narkoba bisa dicegah di Kecamatan Gunungsitoli Barat dengan kegiatan-kegiatan positif seperti pengembangan desa wisata ini” Paparnya.Disisi lain KaKantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan/KSOP Kota Gunungsitoli Merdi Loi, SE, MM dalam kesempatan yang sama menyatakan dukungannya.

“Kami sangat mendukung program pengembangan desa-desa wisata di Kecamatan Gunungsitoli Barat ini. Dan kami akan membantu program ini dengan memasang informasi serta publikasi desa-desa wisata di pelabuhan, agar penumpang kapal penyeberangan mengetahui ada destinasi wisata menarik di Gunungsitoli” Tegasnya.

Sedangkan Camat Gunungsitoli Barat Arianto Zega sangat berharap bahwa apa yang telah menjadi rancangan dalam grand desain ini nantinya bisa segera terwujud. “Saya optimis, karena adanya kolaborasi yang baik antara masyarakat, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, konsultan HIDORA, Pemerintah Kota Gunungsitoli, dan dukungan dari legislatif kota Gunungsitoli maupun provinsi,” ujarnya dengan semangat.

Tank ketinggalan Ketua Perkumpulan HIDORA Tri Andri Marjanto menyampaikan bahwa Proses membangun desa wisata memerlukan beberapa tahapan, survey dan mapping yang benar, dengan terjun ke lapangan, menggali data, informasi, serta masukan dari masyarakat.

“ Itulah bahan kami dalam riset dan kajian untuk merencanakan dan merancang grand desain yang kami tuangkan dalam dokumen ini. Namun rancangan ini tak akan berjalan, bila tidak dilakukan proses pendampingan masyarakat, tahap demi tahap, sampai masyarakat mampu mengelola desa wisata secara mandiri dan berkelanjutan” Paparnya.

Seperti diketahui bahwa Survey dan mapping untuk menemukenali beraneka potensi alam dan potensi budaya di ketiga desa tersebut telah dilakukan semenjak bulan Februari 2021. Selanjutnya dilakukan riset, kajian dan analisis, serta perencanaan dan perancangan grand desain desa wisata, untuk kemudian diaplikasikan di masing-masing desa secara bertahap dan berkelanjutan, melalui proses pendampingan masyarakat dan pelatihan-pelatihan.