Penyidik Kejari Labuhanbatu Lakukan Tahap 2 Tersangka Korupsi Disdik Labura

Terlihat 3 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi di Disdik Kabupaten Labura naik ke lantai 2 Kejari Labuhanbatu untuk dilakukan proses tahap 2. (Foto/Ist)

LABUHANBATU | Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu melakukan penyerahan 3 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan barang bukti (tahap 2) kepada penuntut umum Kejari Labuhanbatu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labuhanbatu Furkonsyah Lubis SH MH didampingi Kasi Intel Firman Simorangkir SH MH dan Kasi Pidsus Hasan Afif Muhammad SH MH, Senin, (26/6/2023).

Kajari Labuhanbatu mengatakan, setelah jaksa penuntut menerima berkas tersebut maka secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Medan untuk dilakukan proses persidangan.

Tersangka AW pada hari Senin tanggal 29 Mei bulan lalu telah melakukan penitipan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp.200 juta sementara tersangka SBP melakukan penitipan uang pengganti kerugian negara pada hari Kamis tanggal 22 Juni lalu, sebut Furkonsyah Lubis.

“Tersangka M sampai ini belum ada melakukan penitipan uang pengganti kerugian negara,” ujar Kajari Labuhanbatu.

Firman Simorangkir menambahkan, sebelumnya Kejari Labuhanbatu selama hampir 2 bulan lamanya telah melakukan pemeriksaan dan akhirnya menetapkan 3 orang tersebut menjadi tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi kasus dana alokasi khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2021.

“Pada hari Kamis tanggal 4 Mei bulan lalu, Kejari Labuhanbatu akhirnya melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka,” sebut Firman Simorangkir.

Ketiga orang yang ditetapkan menjadi tersangka tersebut adalah, M (49) selaku PPK, AW (37) sebagai wakil direktur CV TJS dan SBP, (31) selaku pemilik CV SP juga sub kontraktor dan ketiganya merupakan penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pekerjaan yang dilakukan ketiga tersangka adalah, pengadaan perabot dan mobilier untuk tingkat sekolah dasar tahun 2021 dan kerugian lebih kurang 600 juta rupiah, terang Kasi Intel.

“Tersangka M saat ditahan merupakan Kadis aktif pada Dinas Hanpang Kabupaten Labuhanbatu Utara sebelumnya menjabat sebagai PPK di Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara pada tahun 2021,” ucap Firman Simorangkir.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 , Pasal 3 Jo pasal 18 UU NO 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 Kesatu KUHP, papar Firman Simorangkir.

Firman Simorangkir menyebutkan, pada tanggal 15 Februari 2023 lalu, mulai Pukul 10.00 sampai 16.00 WIB Kejari Labuhanbatu bidang tindak pidana khusus bersama bidang intelijen telah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap Kantor Dinas Pendidikan Labuhanbatu Utara (Labura) selama 6 jam.

Pemeriksaan dan penggeledahan tersebut dilakukan jaksa terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan perabot, rehabilitasi ruang kelas tingkat SD bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2021. Penggeledahan tersebut dilakukan di beberapa ruangan pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Antara lain yang diperiksa adalah, ruang kadis pendidikan, ruang sekretaris, ruang bendahara dan ruang arsip.

Setelah melakukan penggeladahan, tim berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat, dokumen, dokumen elektronik lainnya yang berhubungan dengan tindak pidana dimaksud. Perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan perabot rehabilitasi ruang kelas tingkat SD tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 dengan nilai kontrak senilai Rp2.495.421.170,-, tutup Firman Simorangkir.

Reporter : Robert Simatupang