MEDAN – Memasuki usia senja, banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan bersantai di rumah bersama keluarga, berbeda dengan pak Suyadi.
Pria yang tinggal di Pasar 7 Padang Bulan Medan ini merupakan seorang penjual es krim yang hingga kini masih harus mengayuh sepedanya di Jalan perkotaan Kota Medan.
Setiap hari Suyadi masih antusias dengan rutinitasnya sebagai pedagang es krim.
Meski usianya sudah lanjut dan menempuh jarak yang cukup lumayan dari Pasar 7 Padang Bulan menuju kampus USU Jalan Dr. T. Mansur Padang Bulan Medan tempat nya biasa berjualan.
Suyadi mengaku selama 30 tahun setia pada profesinya ini, tapi kini tubuhnya tak sebugar dahulu waktu masih muda.
Apalagi ditengah cuaca yang kurang bersahabat pengahasilanya sebagai penjual es krim bisa berkurang. Namun semangatnya mengais rejeki tak pernah padam.
“Rata-rata terjual sebanyak 10 kg. Jika hujan Rp5 kg. Uangnya Rp300 ribu. Modalnya Rp200 ribu dan untungnya Rp100 ribu kotor,” katanya kepada orbitdigitaldaily.com belum lama ini.
Namun Suyadi mengaku sudah memiliki langganan tetap mulai dari mahasiswa, pegawai serta dosen USU.
“Saya mangkalnya di USU ini saja, pembelinya dari mahasiswa pegawai dan dosen juga, harga hanya Rp5 ribu saja,” terangnya.
Sehingga Suyadi mengaku bisa memiliki penghasil rata Rp100 ribu per harinya.
Memang tidak terlalu banyak tetapi sudah cukup untuk kebutuhan keluarganya di rumah. (Red)







