Karo  

Pernah jadi Tempat Buang Air Kecil, Kini Masjid Lama Kabanjahe Dibenahi

Tampak halaman depan Masjid Lama jalan Masjid Kelurahan Laucimba, Kecamatan Kabanjahe, yang selama ini dijadikan sebagai lapak berjualan pedagang, akhirnya dibenahi. (orbitdigitaldaily.com/David Kaka)

TANAH KARO – Halaman depan Masjid Lama yang berada di jalan Masjid Kelurahan Laucimba, Kecamatan Kabanjahe, yang selama ini dijadikan sebagai lapak berjualan pedagang, akhirnya dibenahi.

Pengurus Masjid Lama Kabanjahe, Muhammad Siddiq Surbakti (68) yang ditemui Kamis (9/4/2020) mengatakan, halaman depan masjid tidak lagi ditempati pedagang.

Tak seperti biasa-biasanya, pedagang menjadikan halaman masjid menjadi lapak berjualan.

Saat ini, ada pemandangan berbeda di depan masjid.

Kini kondisinya mulai bersih dan indah.

“Sekarang sudah tidak ada lagi yang berjualan di halaman masjid. Sudah sekitar dua pekan lebih,” ucap Muhammad Siddik kepada orbitdigitaldaily.com sambil menunjukkan halaman masjid yang sudah bersih dari lapak pedagang.

Seperti diceritakan Siddik, sebelumnya halaman depan Masjid Lama Kabanjahe ini dipakai sebagai lapak berjualan oleh pedagang.

Sudah cukup lama, kurang lebih 10 tahun sejak pemerintah membongkar kios-kios yang ada di pinggir jalan di Pusat Pasar Kabanjahe.

Awalnya atas dasar kemanusiaan, Siddik mengaku membiarkannya.

Namun sejak mengetahui bahwa di bagian belakang lapak tersebut yang langsung berbatas dengan pagar masjid, dijadikan sebagai tempat buang air kecil oleh pedagang, dia pun mulai tidak setuju.

“Saya pernah memergokinya pas ada yang mau buang air kecil di situ. Saya langsung larang. Sejak itulah saya meminta agar halaman masjid ini dikosongkan,” ungkapnya.

Masjid Tertua di Karo

Kondisi Masjid Lama yang sebelumnya dipenuhi lapak pedagang. (orbitdigitaldaily.com/David Kaka)

Oleh karena itu. katanya, selaku pengurus Masjid Lama yang merupakan masjid tertua di Tanah Karo, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Lurah Laucimba Dianta Ernala Sembiring.

“Karena atas perhatian beliaulah, sehingga halaman Masjid Lama Kabanjahe kini berubah jadi bersih. Tidak ada lagi pedagang yang selama ini membuat lingkungan masjid jadi tidak indah,” sebutnya lagi.

“Sekarang Masjid Lama ini sudah kelihatan indah dari depan. Nanti halaman depan itu akan dijadikan tempat parkir umat yang ingin melakukan ibadah sholat,” kata Muhammad Siddik.

Sementara, salah satu warga Kabanjahe, Natang Purba (55), yang kebetulan melintas di depan masjid mengatakan, sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Karo memperhatikan Masjid Lama Kabanjahe.

Menurutnya, masjid itu merupakan saksi sejarah.

“Karena masjid ini merupakan peninggalan yang dibangun pada tahun 1902 dan selesai pada tahun 1904. Sekaligus merupakan banguan bersejarah masuknya agama Islam ke Tanah Karo khususnya kota Kabanjahe,” sebut Natang Purba.

Reporter: David Kaka