Aceh  

Persawahan di Gampong Pusu Ingin Jaya Manggeng Terlantar, Petani Gagal Panen

Keuchik Gampong Pusu Ingin Jaya, Khairuddin saat memperlihatkan lokasi lahan persawahan terlantar dan saluran air sempit, dangkal di gampong setempat, Jumat (12/12/2025)

ABDYA | Akibat saluran air sempit dan dangkal, tertutup ruput alang-alang, lebih kurang 20 hektar lahan persawahan petani gagal dibajak. Di lokasi yang sama ada 5 hektaran sawah tinggal menunggu masa panen terendam, ironisnya, hingga kini belum ada respon dari pihak pemerintah melalui instansi terkait,

Kondisi tersebut terjadi di kawasan Dusun Lembah Jaya, Gampong Pusu Ingin Jaya, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Keuchik Gampong Pusu Ingin Jaya, Khairuddin mengatakan Jumat (12//12/2025), meluapnya air ke persawahan warga itu akibat sempit dan dangkalnya saluran air yang mengaliri ke lokasi sawah.

Seterusnya, melihat kondisi tersebut warga berharap, agar pemerintah Abdya melalui instansi terkait dapat segera turun mengecek, membantu dan segera dilakukan perbaikan karena, ada 20 hektar lahan persawahan petani tidak teraliri air sampai saat ini terlantar.

Persoalan itu, sambung Khairuddin sudah hampir 12 tahun terjadi dan sudah diusulkan beberapa kali oleh pemerintah Gampong yang lama melalui proposal ke instansi terkait tentang pengalian, perluasan saluran air dan penyambungan pembuatan saluran lebih kurang 400 meter. namun hingga kini belum tertangani.

Tambahnya lagi, saluran air tersebut berujung ke Lungbaro dengan Panton Makmur, sebut Khairuddin.

“Jika hal tersebut lamban ditangani oleh pihak dinas, lahan sawah tidak bisa digarab dan tanaman padi terendam, maka para petani akan mengalami kerugian besar pada panen tahun ini,” pungkasnya.

Suhaimi (55) salah seorang petani di Gampong Pusu Ingin Jaya menyampaikan, bahwa setiap tahun lahan sawah miliknya bersama petani lainya siap olah tanah dan ditanami padi, air dari saluran sempit selalu meluap ke lokasi persawahan .

Selain itu, benih padi ditempat penangkalan siap ditabur esoknya terlihat terendam air luapan, sehingga dirinya gagal tanam.

“Jadi mewakili kawan- kawan petani kami meminta kepada dinas PUPR dan Distanpan, saluran air yang sempit, dangkal dan sawah yang rusak, kita minta jangan asal tinjau dan catat karena ini serius apalagi terkait dengan kebutuhan pangan, maka harus bertindak cepat pekerjaannya mengingat musim tanam lagi berjalan dan lahan tersebut agar tidak terlantar terlalu lama,” harapnya.

Sementara itu Plt. Kadis PUPR Abdya Zedi Saputra, saat dikonfimasi awak media ini melalui telepon selulernya menegaskan, untuk jaringan saluran air irigasi di kawasan Gampong Pusu Ingin Jaya,
kewenangan kabupaten,

“Jadi saluran air di persawahan Dusun Lembah Jaya, Gampong Pusu, jelasnya Plt Kadis PUPR Zedi, tidak masuk dalam DI Manggeng dan pihaknya akan lakukan peninjauan terlebih dahulu,” singkatnya.

Dikesempatan yang sama, Kadistanpan Hendri Yadi, saat dihubungi awak media, berkali kali lewat telepon selulernya tidak berhasil karena panggilan ponselnya tidak aktif atau berada diluar jangkauan, hingga berita ini diturunkan. (Nazli)