Bentuk Timsus, Polisi Cari Penarik Becak yang Antar Golfrid ke Rumahsakit

Aktivis Walhi Sumut, Golfrid Siregar (kiri) selama hidup. (Foto: Istimewa)

Dewan Daerah Walhi Sumut Sumiati Surbakti dalam keterangan persnya meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

Ia menduga korban sengaja dibunuh, bukan karena kecelakaan lalu lintas.

“Tidak ada ditemukan bercak darah sedikit pun di lokasi yang disebutkan polisi. Di celana korban ditemukan tanah basah, tidak ada tanah basah di Fly Over. Jelas, dia terindikasi dihabisi di luar Fly Over. Polisi harus mengusut ini, dia adalah aktivis lingkungan dan pejuang HAM,” kata Sumiati.

Sumiati menambahkan bahwa pihaknya juga menemukan banyak kejanggalan terhadap tewasnya korban.

Mereka menduga luka di kepala korban diduga akibat hantaman benda tumpul, sementara bagian tubuh lain tidak mengalami luka ataupun lecet layaknya korban kecelakaan lalu lintas.

“Kemudian, barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet, dan cincinnya raib. Tetapi sepeda motornya tidak diambil dan hanya mengalami kerusakan kecil saja. Jadi kuat dugaan kalau korban dihabisi di tempat lain, lalu kemudian membuang korban di bawah Fly Over Jalan Jamin Ginting,” ungkap Sumiati.